Sebelum api membesar ada beberapa warga yang mencoba mendekat. “Waktu kita mendekat, alarm dari dalam kantor sudah berbunyi, kami menjadi takut dan bergegas menjauh,” terang salah seorang warga Nining.
Dari ruangan bagian kiri, api lantas menjalar ke bagian tengah bangunan. Di saat api sudah makin membesar, sejumlah warga mengetahui bila Supandi Asi (penjaga kantor,red) berada di dalam kantor. “Waktu kami sampai, api mulai membesar dan sangat berasap. Kami memanggi Om Cun yang berada dalam kantor. Karena tidak ada jawaban maka kami memecahkan kaca dan mendobrak pintu,” ungkap salah seorang pemuda.
Tindakan warga tersebut sangat tepat. Sebab, Cun yang saat itu sedang tertidur pulas tidak mengetahui bila kantornya telah terbakar. “Waktu keluar wajahnya sudah hitam karena asap,” ungkap pemuda tersebut.
Dari bagian tengah, kobaran api terus menjalar ke bagian belakang gedung. Ironinya, di Pemkab Gorontalo Utara (Gorut) tak memiliki mobil pemadam kebakaran. Sehingga api terus menjalar dan membesar.
ATM yang terletak di bagian kanan gedung juga sudah terbakar.
Selang beberapa menit kemudian, mobil tangki milik TNI AD, TNI AU serta perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tiba di lokasi kejadian. Secara bergantian, personel TNI AD, TNI AU dan warga berupaya memadamkan kobaran api.
