Calon Jamaah Haji Yang Tersesat dan Kebingunan Makin Banyak

×

Calon Jamaah Haji Yang Tersesat dan Kebingunan Makin Banyak

Share this article

Membeludaknya jamaah di Masjid Nabawi menyebabkan sejumlah CJH lansia asal Indonesia kebingungan. Ada yang lepas dari rombongan, depresi, hingga akhirnya diantar petugas ke Klinik Kesehatan Haji (KKHI) Indonesia.

Hingga kemarin, setidaknya ada tiga CJH yang dirawat di KKHI akibat kebingungan di Masjid Nabawi. Dua CJH perempuan, satu CJH laki-laki. ”Yang laki-laki sudah tenang dan kita kembalikan ke hotelnya,” ujar dr Noki Irawan Saputra SpKj, dokter spesialis kesehatan jika KKHI, kemarin.

Salah satu CJH yang dirawat di KKHI kemarin adalah Watem Binti Tayan. CJH asal Tegal itu didiagnosis mengalami dementia akut setelah tersesat di Masjid Nabawi. ”Beliau memang punya riwayat sering lupa di tanah air. Di sini, penyakit itu ketemu pemicunya,” ujar Noki.

Watem sebenarnya hanya kehilangan memori mundur ke belakang beberapa hari saja. Ketika ditanya tentang masa lalunya yang cukup jauh, dia bisa menjawab dengan benar. Misalnya, suaminya yang sudah meninggal, nama anak dan cucu, alamat, hingga cerita kehidupan sehari-hari. Namun saat ditanya dia sedang dimana, CJH 76 tahun itu mengaku sedang berada di Tegal. ”Saya di sini ngontrak. Tetangga kontrakan saya sombong, gak mau diajak ngomong,” katanya.

Watem juga mengaku pernah mendaftar haji dengan suaminya. Namun hingga kemarin dia mengaku belum merasa berangkat ke tanah suci. ”Suami saya sudah meninggal, saya akhirnya berangkat sendiri. Minggu depan berangkatnya. Naik pesawat,” ujar Watem.

Noki mengatakan, CJH seperti Watem seharusnya tidak boleh lepas dari rombongan saat keluar hotel. Lansia dengan riwayat dementia atau pelupa juga perlu ditemani dan diajak ngobrol. ”Yang mengkhawatirkan itu kalau mereka tersesat dan tidak ditemukan. Bisa depresi, lelah, kurang nutrisi, dehidrasi, bahkan bisa berakhir pada kematian,” terang Noki.

Untuk sementara, pihak KKHI akan menenangkan Watem terlebih dulu, kemudian memberinya obat untuk menghambat kepikukan. Setelah itu dia dikembalikan ke hotel dengan tetap dipantau. ”Jangan sampai dia ketemu ketemu faktor pemicu lagi. Harus ditemani,” ujarnya.

KKHI juga merawat CJH yang kakinya melepuh. Persoalannya sangat sederhana. Cjh perempuan itu lupa tempat sandalnya saat hendak pulang selepas salat Dhuhur di Masjid Nabawi. Akhirnya dia kembali ke hotel tanpa alas kaki. Padahal akhir-akhir ini suhu diang hari madinah mencapai 47 derajat Celsius. Akhirnya telapak kaki CJH itu melepuh. (JPG/hargo)