Cara Warga Tumbihe Rayakan Maulid Nabi: Keliling Kampung Bagikan Langsung Kue untuk Anak-anak

×

Cara Warga Tumbihe Rayakan Maulid Nabi: Keliling Kampung Bagikan Langsung Kue untuk Anak-anak

Sebarkan artikel ini
Para panitia maulid nabi di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, saat membagi-bagikan kue dan nasi kuning kepada warga menggunakan Waligo, Senin (2/12). (Foto Natha/GP)

“Tujuan Waligo ini selain untuk memperkenalkan peringatan maulid nabi, juga bermula dari keprihatinan tidak semua anak-anak dapat kue saat berebutan di masjid,” ungkapnya.

Cara pembagiannya, lanjut Marten, setiap anak yang memperoleh satu buah bendera warna-warni, akan mendapatkan satu bungkus nasi kuning, satu butir telur dan roti. Sehingga anak-anak pun hanya tinggal menunggu di depan rumah.

Sementara itu, di Masjid Agung Al Marhamah di Kecamatan Suwawa ada sekitar 110 walima dan 19 toyopo.

Pedzikir-nya pun mencapai 117 orang. Semua walima tu bersumber dari dinas, badan, sekolah-sekolah, desa sampai dengan lembaga swasta lainnya.

Sebelum ratusan walima itu dikumpulkan, walima ini terlebih dahulu di arak. Lebih dari puluhan kendaraan terdiri dari mobil dan bentor mengambil star dari kantor bupati.

Para panitia maulid nabi di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, saat membagi-bagikan kue dan nasi kuning kepada warga menggunakan Waligo, Senin (2/12). (Foto Natha/GP)

Mereka menempuh jarak sekitar lebih dari dua kilometer melintas di jalan By pass.

Kemudian rombongan pawai memutar sampai tembus di Jalan Nani Wartabone dan masuk ke pekarangan masjid.

Di Masjid Besar Nurul Amin, Desa Kayu Bulan, Kecamatan Batudaa Pantai, berbagai walima ditampilkan. Ada salah satu walima dengan tinggi sekitar 6 meter menjadi perhatian warga. Walima ini dibuat oleh Rema muda yang tergabung dalam Ayu Hulalo Community (AHC).

Di Desa Bongo, perayaan Maulid Nabi di menyedot perhatian wisatawan. Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan asing pun menikmati perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW ini. Mereka tak sungkan-sungkan selfie dengan beragam kue tradisional yang menghiasi setiap tolangga.

“Kami sekeluarga datang jauh-jauh dari Limboto hanya untuk menyaksikan langsung perayaan ini, sekaligus rekseasi, siapa tau bisa dapat bagian kue walima juga” ujar Rizky Batau, warga Desa Kayumerah, Limboto.(csr/wan/tr-56/hargo)