Hargo.co.id, GORONTALO – Kasus terkonfirmasi positif corona virus disease 2019 (Covid-19) di Gorontalo mulai melandai. Bahkan kini, status Gorontalo telah keluar dari zona merah. Hal ini bisa dilihat dari data satuan tugas penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo, sejak 15 Oktober 2020, tak ada lagi daerah zona merah di Provinsi Gorontalo.
Penyebaran kasus Covid-19 tertinggi berada di Kota Gorontalo, dengan total 1.182 warga yang positif Covid-19, 21 diantaranya kini sedang menjalani perawatan, kondisi itu membuat Kota Gorontalo masih berada pada zona orange, sama seperti Kabupaten Gorontalo, yang masih terdapat 26 kasus positif yang sedang dirawat.
Kabupaten Gorontalo yang kini sedang berhajat Pilkada, merupakan daerah kedua terbanyak kasus positif Covid-19 di Gorontalo, yakni 886 orang.
Sementara empat daerah lainya di Gorontalo, yakni Bone Bolango (297 kasus positif), Kabupaten Gorontalo Utara (231 kasus positif), Boalemo (260), dan Kabupaten Pohuwato (113 kasus positif), berada pada zona kuning dengan jumlah kasus yang sedang dirawat berada di bawah 8 kasus positif. Per 19 Oktober 2020, jumlah kasus positif di Gorontalo mencapai 2.969.
Jumlah yang sembuh sebanyak 2.825 orang, meningkat 23 orang dari hari sebelumnya. Kendati meninggalkan zona merah, namun himbauan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan terus disampaikan.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, protokol kesehatan hal mutlak yang harus dilakukan, seperti rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan menggunakan masker. Dengan protokol kesehatan, lanjut Rusli, Gorontalo akan segera terbebas dari Covid-19.
“Tolong patuhi protokol kesehatan, gunakan masker, hindari kerumunan dan selalu mencuci tangan,”kata Rusli Habibie. Untuk mendukung penerapan protokol kesehatan, Pemprov Gorontalo juga telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) tentang disiplin protokol kesehatan Covid-19. (***)
#IngatPesanIbu
Memakai masker
Menjaga jarak & menghindari kerumunan
Mencuci tangan dengan sabun
