Menurut Yudhi, luas Danau Limboto yang bisa diselamatkan tinggal 4.500 hektar. Itupun 500 hektar di antaranya saat ini telah dikuasai oleh warga.
Sehingga target revitalisasi (pemulihan) kondisi Danau Limboto oleh BWSS II lebih kurang 4.000 hektar. Meski begitu, Yudhi mengutarakan, lahan yang dikuasai warga tersebut sejatinya direncanakan pembangunan jembatan penghubung anak-anak sungai. Jembatan tersebut dibuat untuk mengembalikan kembali fungsi beberapa cabang anak sungai yang sudah surut.
“Hanya saja kami sedikit kesulitan untuk menghadapi persoalan ini. Sebab, warga tetap ngotot mengklaim lahan mereka dengan bukti kepemilikan berupa surat keterangan kepemilikan yang dikeluarkan pemerintah desa,†urai Yudhi.
Lebih lanjut Yudhi menjelaskan, selain pembangunan tanggul, saat ini pula tengah dilakukan proses pengerukan wilayah Danau, utamanya di Pentadio Resort dan Tabumela, serta sejumlah areal yang sudah sangat dangkal. Hal ini dimaksukdkan untuk menambah kedalaman danau Limboto yang sudah sangat dangkal.
“Saat ini kedalaman Danau Limboto tinggal 1 sampai 1,5 meter di wilayah pinggiran danau dan 2 meter di wilayah tengah danau,” ujar Yudhi. “Targetnya, kedalaman bisa dikembalikan 3 meter di wilayah tengah hingga pinggiran danau minimal 1 sampai 2 meter,” sambungnya.
