Amanat yang diutarakan oleh Menpar adalah bagaimana suasana menjadi ramai dulu, setelah itu baru dikembangkan sebagai destinasi baru. â€Festival ini diharapkan mampu menggerakkan iklim industri pariwisata di daerah terluar RI (baca: daerah terdepan, red) atau area perbatasan ini. Letak geografis dan kesamaan budaya dengan wilayah Papua, menjadikan Papua Nugini sebagai pasar yang sangat potensial. Makanya kami konsisten menggelar di tahun 2016,†ujarnya.
Di daerah-daerah tersebut terletak pintu perbatasan yang menghubungkan antara Indonesia dengan Papua Nugini. Kegiatan Festival yang akan dilakukan antara lain Promosi Wonderful Indonesia, bazaar, konser musik, hingga pertunjukkan seni dan budaya tradisional.
Menurut pria yang biasa disapa VJ itu, kegiatan ini merupakan salah satu strategi Kemenpar dalam menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari negara tetangga (Papua Nugini) dan diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan sehingga sektor riil melaju semakin kencang.â€Kami juga ingin kembangkan kerja sama ekonomi dengan negara tetangga yang saling menguntungkan. Karena memang selama ini border tourism terbukti mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pariwisata satu negara,†katanya.
Dinas Pariwisata Provinsi Papua juga senang dengan kegiatan Crossborder. Karena daerahnya sudah disambangi Wisman dengan berbondong-bondong. Kepala Seksi Pengembangan Prasarana Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Papua Hans B Menanti di Kota Jayapura, mengatakan Crossborder selalu sukses dilaksanakan.
“Kalau dari Skouw sangat dekat dengan Papua karena hanya tinggal nyebrang, kalau di Sota agak jauh berkilo-kilo jalan kaki. Namun salut untuk Kemenpar yang terus mencoba keduanya,â€ujar Hans.
Sekadar informasi, ujung timur Indonesia berada di Merauke, Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini. Sebuah taman yang tertata apik akan menyambut siapapun yang pernah menginjakkan kaki di perbatasan RI-PNG itu.
Di Distrik Sota, Merauke, Papua, taman dengan nuansa warna merah putih itu tampak terawat dengan baik. Jajaran pohon rindang pun tampak menaungi sehingga mencipta keteduhan yang membuat nyaman.Lokasi taman itu dapat dicapai dari pusat kota Merauke dengan menggunakan mobil pribadi. Sekitar 1 jam sampai 1,5 jam adalah waktu yang dibutuhkan untuk sampai di lokasi taman tersebut.
Jalan yang ditempuh pun sudah beraspal meskipun terkadang lubang dan gelombang Pemandangan alam yang cantik pun menemani di sepanjang jalan.Sebelum memasuki taman tersebut, ada sebuah gapura yang bertuliskan ‘Good Bye and See You Again Another Day’ dengan hiasan burung garuda di atas gapura warna krem itu. Sejumlah bendera Merah Putih juga berdiri tegak di sekitar gapura tersebut
Di sekitar taman terdapat beberapa penjual kenang-kenangan seperti kaos, tas rajutan, hingga minyak kayu putih serta madu. Bangunan di taman tersebut juga dicat warna merah dan putih.Taman tersebut sebenarnya dirawat oleh Ipda Ma’ruf Suroto yang telah bertugas di Distrik Sota sejak tahun 1993.
Rumah polisi itu juga hanya sepelemparan batu dari taman tersebut. Namun sayangnya saat hendak dikunjungi, polisi itu tidak berada di lokasi.
Provinsi Papua yang terletak di ujung timur Indonesia berada pada pulau besar kedua di dunia setelah Pulau Greenland. Pulau besar kedua itu bernama Pulau New Guinea, yang terbagi menjadi dua, yakni sebelah barat yang merupakan wilayah Republik Indonesia (RI), dan sebelah timur negara PNG. Untuk menandai batas wilayah RI-PNG, dibangun tanda batas negara yang berbentuk pilar atau tugu perbatasan yang disebut pilar batas atau Meridian Monument (MM).
