Ia juga mengimbau agar masyarakat utamanya yang memiliki ternak sapi agar segera melaporkan ke Posko Anthrax yang sudah dibentuk DKPP atau ke pemerintah desa setempat jika melihat gejala sapi yang sakit.
Sehingga pihak DKPP dapat melakukan pencegahan untuk menghindari anthrax menyerang manusia.
Saat ini kata Haris upaya penanangan wabah anthrax sudah dilakukan secara lintas sektor. Begitu pun ternak sapi yang masuk keluar Kabupaten Gorontalo sudah diperketat.
“Termasuk peredaran daging di pasar. Ini sudah kita lakukan agar wabah antrax tidak menyerang manusia, atau menyebar ke ternak sapi lain di Kabupaten Gorontalo,” jelasnya.
Sementara itu, Kepastian wabah Anthrax yang menyerang dua warga tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Roni Sampir mengatakan, dua warga Pentadio tersebut diduga memang terserang anthrax kulit. Namun hal itu belum pasti. Sebab, pembuktiannya harus melalui uji laboratorium.
