“Saya pikir ada perkelahian, Saya pun keluar, ternyata sudah ada kepulan asap dan kobaran api. Tapi api baru berkobar besar sekitar pukul 01.00 wita,†katanya.
Diakui Ketua RT, bantuan pemadam kebakaran dari PMK Sangatta Selatan sendiri baru datang setelah 30 menit api berkobar.
Namun akibat ada mesin pembagi air mobil PMK yang macet dan membuat suplai air sempat terhenti, menyebabkan proses pemadaman terhambat dan kobaran api semakin cepat membesar.
Dari data yang dihimpun, akibat musibah kebakaran ini, 8 KK dan 30 jiwa kehilangan tempat tinggal. Walaupun unit Tanggap Bencana (Tagana) Kutim sudah membangunkan sebuah tenda darurat.
Namun sebagian besar korban yang masih memiliki sanak famili di sekitar lokasi kejadian lebih memilih tinggal menumpang di rumah keluarga.
“Saya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah maupun donatur yang mau memberikan bantuan kepada korban kebakaran,†katanya.
Terkait dengan kebakaran itu, Kapolres Kutim AKBP Anang Triwidiandoko mengakui pihaknya telah menurunkan timidentifikasi, untuk menyelidikai kebakaran.
