Fujian dan Tiongkok Selatan Bakal Napak Tilas di Pesona Budaya Cheng Ho

×

Fujian dan Tiongkok Selatan Bakal Napak Tilas di Pesona Budaya Cheng Ho

Share this article
Event tahunan perayaan napak tilas Laksamana Cheng Ho. dok: Pariwisata

Dia membawa kapal terbesar di Abad 15, dengan ukuran panjang 138 meter, lebar 56 meter. Ukuran itu lima kali lebih besar dibandingkan dengan kapal yang pernah dibawa Christopher Colombus, penemu Benua Amerika. Karena itu kami gencar promosikan Wonderful Indonesia di China.

Memang ada sumber lain, yang menyebutkan awal abad ke 15 itu, Laksamana Cheng Ho yang berasal dari dinasti Ming, bersama kapal hartanya, melakukan pelayaran bersejarah mencari apa yang disebut air liur naga dan kayu sepang. Ada yang menyebutnya sebagai Jili Dimen — sembilan pulau di timur. Diantara titik-titik persinggahan itu, yang paling dikenal memang di Simongan, Gedung Batu, Semarang tempat pelaksanaan Pesona Laksamana Cheng Ho 2016 nanti.

“Salah satu yang diminati wisman Tiongkok adalah kebudayaan, selain alam pantai dan sekarang yang sedang naik daun anak-anak mudanya suka bermain diving dan snorkeling. Mereka punya kebiasaan datang ke di wilayah yang budayanya punya kesamaan,” tambah Hari Untoro.590f62fd-d277-4573-9427-a9998e330dd4

Fakta sejarah yang tidak bisa dihilangkan adalah hubungan kemitraan dengan Tiongkok itu sudah beratus-ratus tahun. Persisnya, Hari menyebut angka enam abad lebih. Kala itu, masih kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Salah satu yang memberi pengaruh besar, Laksamana Chengho.

Dalam literature sejarah, Cheng Ho disebut melakukan tujuh ekspedisi di 10 kota di Indonesia. “Ini tonggak sejarah yang amat penting bagi pariwisata nasional saat ini. Kita napak tilas, mengenang jejak warisan sejarah maritim dunia dengan Jalur Samudera Cheng Ho. Itu yang akan kami promosikan. Mereka bisa berwisata budaya lewat Pesona Budaya Cheng Ho di Semarang,” jelas Hari.