Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Hamim Pou Batasi Aktivitas Pasar Tradisional di Bone Bolango

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Advertorial Kab. Bone Bolango , pada Selasa, 14 April 2020 | 18:05 Tag: , , , ,
  Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat berkunjung pada salah satu pasar tradisional. Ini bertukuan untuk sosialisasilan pembatasan pasar tradisional guna mencegah penyebaran Covid-19. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan barang bagi masyarakat dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan 1441 Hijriah, serta merunut pada perkembangan penularan Covid-19 yang semakin meningkat, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mulai membatasi aktivitas seluruh pasar tradisional.

Hal itu disampaikan oleh Dinas Kominfo Bone Bolango pada Senin (13/04/2020), sehubungan dengan surat edaran Menteri Perdagangan RI Nomor : 317/M-DAG/SD/04/2020.

Sehububgan dengan itu, Bupati Hamim Pou mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 517/DPPKUM-BB/94/IV/2020, tentang pemberlakukan waktu aktivitas transaksi jual beli barang di Pasar Rakyat/Tradisional dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Surat edaran yang ditandatangani Bupati Hamim Pou tertanggal 13 April 2020 itu, ditujukan kepada seluruh Camat dan Pengelola Pasar se Kabupaten Bone Bolango.

Dalam surat edaran itu, Hamim Pou meminta kepada seluruh Camat untuk mensosialisasikan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di setiap aktivitas transaksi Pasar Rakyat/Tradisional kepada pedagang dan pembeli dengan melakukan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dari rumah, serta sebelum masuk pasar rakyat/tradisional dan setelah kembali ke rumah masing-masing.

“Pengelola pasar dan pedagang berkewajiban menyediakan fasilitas tempat cuci tangan (gentong besar) dan sabun di area masuk Pasar dan di lapak masing-masing pedagang,”tegas Hamim Pou dalam surat edaran tersebut.

Disampaikannya juga, bahwa selama melakukan transaksi jual beli di pasar diharapkan tetap melaksanakan protokol phsycal distancing dengan menjaga jarak antara pembeli satu dengan lainnya dan juga pedagang.

Selain itu Hamim Pou juga meminta para Camat untuk menutup semua aktivitas pasar mingguan se Kabupaten Bone Bolango dan pasar yang tidak dalam pengelolaan, pembinaan, dan pengawasan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango.

Dirinya juga menginstruksikan untuk memberlakukan aktivitas pasar rakyat harian yang terpusat saja, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam surat edaran tersebut.

Sementara itu tercantum dalam surat edaran tersebut, dimana waktu transaksi jual beli di pasar rakyat/tradisional harian hanya dibatasi 3 jam, yakni dibuka dari pukul 06.00 Wita sampai dengan pukul 09.00 Wita.

Selain itu, para pengelola pasar diminta untuk mendorong BUMDes mengaplikasikan pembelian bahan kebutuhan pokok dan penting lainnya di Pasar Rakyat atau langsung ke sentra-sentra produksi petani secara online.

Diakhir penyampaiannya, para Camat diminta berkoordinasi secara penuh tanggungjawab dengan Forkopincam, Kepala Desa/Lurah untuk menindaklanjuti surat edaran ini.(zul/adv/hg)

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar