Hargo.co.id, GORONTALO – Hasil pemeriksaan rapid test 167 Jamaah Tabligh ‘alumni’ Ijtima di Gowa, yakni 10 orang dinyatakan positif namun tanpa gejala Covid-19.
“Sebanyak 167 yang ikut rapid test, 10 dinyatakan positif tanpa gejala Covid-19. Jadi, belum tentu positif Covid – 19. Sebab, yang menentukan pasien positif Covid – 19 adalah hasil swab test,” tegas Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid – 19 Provinsi Gorontalo, Darda Daraba ketika konferensi pers di Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Sabtu (11/4/2020).
Diungkapkannya, yang menjalani rapid test dan positif tanpa gejala yakni 4 orang dari Kabupaten Pohuwato, 4 dari Kota Gorontalo, 1 dari Kabupaten Gorontalo Utara dan satu lagi dari Kabupaten Boalemo.
“Mereka yang dinyatakan positif rapid test tanpa gejala akan mendapat penanganan berbeda dengan yang negative. Termasuk gedung yang akan menjadi lokasi mereka menjalani isolasi,” ungkap Darda Daraba.
Sementara itu, pemerintah Kabupaten Pohuwato juga melakukan rapid test kepada 77 anggota jamaah tabligh asal Kecamatan Marisa dan Lemito, Jumat (10/04/2020). Dari hasil rapid test, didapati 5 orang terdeteksi terpapar virus.
Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pohuwato, Syarif Mbuinga, dalam press converence, Sabtu (11/04/2020) pagi tadi.
“Adapun hasil pemeriksaan rapid test, dari 77 orang saudara kita anggota Jamaah Tabligh yang ikut Ijtima di Kabupaten Gowa, terdiri dari 41 orang di kecamatan Marisa, hasil 2 positif rapid. Sementara 36 orang di kecamatan lemito, hasilnya 3 positif. Kelima orang ini 5 sudah kita rujuk ke RS rujukan Covid-19,” ucapnya saat ditemui di Rumah Dinas Bupati.
Lanjut kata Syarif. Hari ini masih akan dilakukan pemeriksaan terhadap anggota Jamaah Tabligh di Kecamatan Patilanggio, Buntulia, Duhiadaa, dan Popayato grup.
“Hari ini masih ada lanjutan pemeriksaan, untuk saudara kita Jamaah Tabligh di Kecamatan lain. Insya Allah hasilnya Negatif,” tandasnya. (adv/ryn/rwf/hg)
