Empat tahun kemudian Ia tepatnya usia 14 tahun Suzanne Lenglen berhasil menembus Final Kejuaraan Prancis. Namun Ia kalah ats Juara bertahan Marguerite Broquedis dengan 5-7, 6-4, 5-3. Namun di tahun yang sama Ia berhasil mencatat rekor dengan menjadi Juara termuda Kejuaraan Tenis Dunia yang digelar di Saint-Cloud.
Setelah memutuskan untuk pensiun dari dunia Tenis, Suzanne Lenglen lalu mendirikan sekolah Tenis di Paris. Di usia tua tepatnya di tahun 1938 bulan Juni. Suzanne di diagnosa menderita Leukimia dan dan tiga Minggu kemudian Ia tak bisa melihat. Tak lama kemudina tepatnya tanggal 4 Juli 1938 Suzanne Lenglen meninggal dunia karena Anemia Pernisiosa dan dimakamkan di Cimetiere de Saint-Ouen dekat Kota Paris.
Coba pertamanya di pertandingan itu pada tahun 1910, ketika dia dimainkan di lapangan tenis di properti keluarga di Marest-sur-Matz . Gadis muda menikmati permainan, dan ayahnya memutuskan untuk melatih dirinya lebih lanjut dalam olahraga. Metode pelatihan termasuk latihan di mana, ceritanya, dia akan berbaring saputangan di berbagai tempat di pengadilan, yang putrinya harus mengarahkan bola.
Dengan segala prestasinya, wajar saja jika Suzanne Lenglen menghias halaman utama Google dengan menampilkan Doodle menarik gambar animasi bergerak seorang petenis yang tengah melakukan berbagai gerakan tenis.
(lya/pojoksatu/hargo)
