Entah secara kebetulan atau tidak, keluarga yang mencari korban itu melihat ember berwarna hijau yang saat itu masih ada di lokasi kebun karet korban. Mereka pun mendatangi kolam karet dan melihat korban alam kondisi terlungkup sudah tak bernyawa.
“Di sinilah kami menemukan bibi saya itu. Kami tidak menyangka malah ditemukan di kolam karet ini. Ember itu seakan memberikan petunjuk ketika kami mencarinya,†ucap Rudi sembari berjalan menuju lokasi kolam yang menjadi saksi bisu kematian Anong.
Kata dia, Anong memang hidup sendiri di rumahnya, sejak kematian suaminya delapan bulan lalu. Namun, karena kerja kerasnya dia tak memperdulikan sakitnya meski terkadang dia mengeluh.
“Ya, kami tidak bersedia dilakukan visum terhadap jenazah. Kami tahu betul bibi kami itu, kami pun yakin kematiannya karena sakit bukan yang lainnya,†ungkapnya.
Kapolsek Sekadau Hilir, Iptu Muhadi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Namun untuk memastikan penyebab kematian korban, kepolisian tidak melakukan visum terhadap jenazah Anong.
Hal itu, kata dia, menyusul penolakan keluarga untuk dilakukan visum. Kata dia, keluarga menolak lantaran berkeyakinan jika korban meninggal murni karena sakit. “Keluarga korban menolak untuk dilakukan visum. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,†ucap Muhadi. (bdu/hargo)
