Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, ingin kiprah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Gorontalo tidak berhenti pada urusan mencetak pengusaha baru.
Ia mendorong HIPPI menjadi salah satu kendaraan untuk membawa identitas dan produk khas Gorontalo ke panggung yang lebih luas, termasuk forum-forum pengusaha di tingkat nasional.
Salah satu yang disorot Indra adalah Kopiah Karanji atau Upiya Karanji. Ia mengusulkan agar kopiah khas Gorontalo itu dijadikan identitas yang melekat pada pengurus dan anggota HIPPI saat menjalankan kegiatan organisasi.
Gagasan tersebut disampaikan Indra saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pertama sekaligus pelantikan pengurus HIPPI kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo di Domestique, Sabtu (3/10/2026).
Indra bahkan meminta agar Kopiah Karanji dibawa HIPPI hingga ke forum nasional.
“Gorontalo ini punya banyak produk-produk lokal keren. Salah satunya Kopiah Karanji. Saya minta HIPPI yang membumikan. Ketika rakernas nanti, saya minta HIPPI identitasnya pakai itu Kopiah Karanji,” kata Indra Gobel.
Menurutnya, Kopiah Karanji tidak harus ditempatkan sebatas sebagai pelengkap busana. Penggunaannya dalam kegiatan organisasi dapat menjadi bentuk promosi langsung terhadap produk sekaligus identitas budaya Gorontalo.
Untuk itu, Indra mendorong penggunaan Kopiah Karanji tidak hanya ketika HIPPI menggelar kegiatan di daerah, tetapi juga saat pengurus menghadiri agenda organisasi di luar Gorontalo.
“Kalau perlu bikin yang ada tulisan HIPPI-nya,” ujarnya.
Indra kemudian mencontohkan identitas budaya yang melekat pada figur Ketua Umum HIPPI, Erik. Dalam kesempatan tersebut, Erik disebut mengenakan Iket Sunda atau Bendo sebagai bagian dari identitas daerah asalnya, Jawa Barat.
“Kita berkaca pada Ketum Erik. Dia orang Jawa Barat. Dan lihat, hari ini dia pakai Iket Sunda atau Bendo. Ini jadi identitas beliau,” kata Indra Gobel.
Menurut Indra, pendekatan serupa dapat diterapkan HIPPI Gorontalo. Organisasi tetap menjalankan fungsi utamanya dalam mendorong lahirnya pengusaha baru, tetapi memiliki karakter dan identitas daerah yang kuat ketika tampil di berbagai forum.
“Ya, walaupun memang pada dasarnya HIPPI itu sama dengan Kadin, HIPMI. Tujuannya satu, yaitu menciptakan pengusaha-pengusaha baru. Tapi saya mau, HIPPI punya identitas yang sedikit berbeda ketika berkegiatan,” tambahnya.
Bagi Indra, dunia usaha juga dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan daerah. Setiap perjalanan organisasi, pertemuan bisnis, hingga agenda nasional, menurutnya, dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan membawa nama dan produk Gorontalo keluar daerah.(Adv)












