“Di sini dapat disimpulkan, remaja dengan orang tua yang berpendidikan SD cenderung memiliki perilaku pacaran dengan tingkat risiko tinggi, katanya.“Ini artinya, ketidakpahaman orang tua dalam menggunakan media teknologi yang disebabkan pendidikan rendah membuat anak menyalahgunakan fungsinya untuk melihat situs pornografi,â€
ujar Febriliani.
Terkait dengan jenis kelamin, sebagian besar responden remaja laki-laki 69,62 persen cenderung memiliki perilaku pacaran dengan tingkat risiko tinggi.
Ini sebagai salah satu indikasi bahwa remaja laki-laki cenderung lebih aktif secara seksual dibandingkan dengan remaja perempuan.
Sementara itu, psikolog Unair Bagus Ani Putra mengatakan potensi seksualitas anak meningkat memang seringkali dikarenakan paparan pornografi.
â€Sekarang banyak konten konten iklan porno, kalau anak lihat itu maka akan penasaran dan endingnya mencoba. Makanya orang tua harus paham dan memantau perkembangan anak,†pungkas Bagus. (han/no/hargo)
