“Untuk pengoperasiannya aplikasi tersebut masih terus disempurnakan. Salah satunya menjalin kerjasama dengan Play Store Indonesia agar bisa didownload melalui Play Store untuk program Android,†kata Salahudin Olii, pengembang e-Bentor.
Nantinya, untuk menjalankan aplikasi tersebut, pemilik/pengemudi bentor harus melakukan registrasi dan pengisian data terlebih dahulu. Caranya sangat mudah. Yakni dengan menggunakan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja.
“Untuk sementara pengemudi bentor yang berdomisili di Kota Gorontalo. Karena saat ini Kota Gorontalo sudah melakukan pemutakhiran data, maka dengan memasukkan nomor KPT saja datanya sudah bisa didapatkan,†tutur Salahudin Olii.
Selanjutnya untuk pemesanan, masyarakat setelah mendownload dan menginstall aplikasi e-Bentor, terlebih dahulu mengisi form deal. Dalam form tersebut, calon penumpang akan memberitahukan alamat asal, alamat yang dituju serta besaran tarif yang akan diberikan. Form deal itu selanjutnya ditawarkan pada pengemudi bentor yang terhubung secara online.
Apabila ada pengemudi bentor yang setuju dengan penawaran tersebut, maka order pesanan calon penumpang itu langsung diblok. Sehingga order pesanan tersebut tak bisa lagi diterima pengemudi bentor lainnya.
“Jadi sistemnya rebutan. Kalau satu sudah oke, maka yang lain tak bisa lagi mengunduh pesanan tersebut,†kata Salahudin Olii.
“Setelah dilakukan penjemputan dan pengantaran, transaksi selesai. Tentunya dengan aplikasi ini jauh lebih cepat, lebih aman dan lebih nyaman. Ini juga kita ciptakan untuk mendukung program pemerintah Kota Gorontalo,” tambah Dosen jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, UNG itu.
Di sisi lain, adanya Aplikasi tersebut juga menjadi jawaban atar kekhawatiran masyarakat tentang para pengemudi bentor yang nakal. Sebab bukan hanya mendapatkan pelayanan maksimal, tetapi data dan identitas pengemudi bentor juga bisa diketahui. Sehingga jauh lebih aman dan terpercaya.
Meski demikian, tambah Salahudin Olii tak dapat dipungkiri akan banyak tantangan lahir dari aplikasi tersebut. Dari masalah berebut penumpang, hingga masalah pengemudi bentor yang tidak memiliki handphone android.
