Kemenpar Menggoda Timor Leste dengan Crossborder Festival

×

Kemenpar Menggoda Timor Leste dengan Crossborder Festival

Share this article
Crossborder Festival tidak hanya dilakukan di Bintan, Batang, Aruk dan Sambas Kalbar. dok: m.riaupos.co

”Atambua adalah salah satu area perbatasan yang sangat potensial untuk menarik wisatawan dari Timor Leste,” beber pria yang punya hobi main bulu tangkis itu.

Hal senada diungkapkan Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu. Pria yang biasa disapa Inspektur VJ itu menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia sekaligus mengajak masyarakat Timor Leste untuk berkunjung ke Indonesia melalui jalur perbatasan.

”Kegiatan Festival Crossborder di Dili, Timor Leste ini akan berbentuk konser musik yang menampilkan tim kesenian dari Indonesia berkolaborasi dengan tim kesenian dari Timor Leste. Yang akan ditampilkan adalah tarian, musik tradisional serta grup band dan artis dari kedua Negara,” ujar pria yang hobi makan telor dadar itu.

Penampilan kesenian akan dipersembahkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Indonesia di sana. Selain itu akan ditampilkan pula Alfred Gare penyanyi lagu Gemu Famire dari Indonesia, yang akan dipadukan oleh 5 De Oriente Band dan Ego Lemos dari Timor Leste.

Selain keindahan alam dan budaya serta promosi Cross border, industri penerbangan Indonesia juga memiliki peran dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Pasalnya setiap tahunnya maskapai penerbangan membawa jutaan penumpang dari mancanegara termasuk ke Bali.

Tersedianya aksesibilitas transportasi udara ini sangat membantu wisatawan untuk mendatangi destinasi-destinasi wisata. Seperti yang dilakukan salah satu maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) Citilink yang semakin melebarkan rutenya untuk membawa penumpang atau wisatawan dari beberapa negara ke Bali.