Menurutnya, Museum pendaratan Soekarno didirikan untuk mengenang semangat juang Presiden I Republik Indonesia dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Rumah ini didirikan semasa pemerintahan Kolonial Belanda pada tahun 1936.
Dikatakanya, Presiden Soekarno pernah mengunjungi tempat itu sebanyak 2 kali yaitu pada tahun 1951 dan 1956 dalam rangka mempersatukan wilayah Nusantara dan tindaklanjut pendirian NKRI dengan menggunakan pesawat Catalina yang mendarat di dermaga yang saat ini disebut sebagai pendaratan Soekarno.
“Kini, dermaga kayu yang dulunya menjadi tempat pendaratan Soekarno itu telah digantikan dengan dermaga beton. Selain itu, danau yang surut telah menjauhkan dermaga ini dari air,”tandasnya.
Menurut sejarawan Gorontalo, BJ Mahdang, mengatakan bahwa kedatangan Soekarno ke Gorontalo saat itu adalah untuk melakukan inspeksi guna meyakinkan bahwa Gorontalo masih tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tahun-tahun itu, Indonesia sedang didera pemberontakan.
Kelompok separatis Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) bergema di Sulawesi Utara. Soekarno hanya ingin memastikan, saat itu tidak terjadi perpecahan di Gorontalo kendati ada beberapa kelompok atau dewan yang ingin memisahkan diri dari NKRI.
Berangkat dari kisah tersebut, bangunan rumah mungil di tepi Danau Limboto ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya/Situs Rumah Pendaratan Soekarno oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Gorontalo. Rumah tersebut menjadi saksi kedatangan Soekarno di Gorontalo.
Selanjutnya, pada 29 Juni 2002 rumah itu direnovasi dan diresmikan oleh Presiden RI yang kelima, Megawati Soekarnoputri, sebagai museum.
Museum Pendaratan Pesawat Ampibi didirikan untuk mengenang semangat juang Soekarno mempertahankan NKRI seperti yang tercantum dalam papan nama museum.
Di museum ini, Anda akan diajak untuk sejenak kembali ke masa lampau dengan mengamati berbagai dokumentasi kedatangan Presiden Pertama RI Ir. Soekarno ke Gorontalo pada masa itu, juga di museum ini disimpan barang-barang kuno dan bersejarah. (tr-48/roy/hargo)
