Api baru bisa di padamkan setelah 6 unit Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari BPBD Kota Gorontalo, dibantu BPBD Provinsi dan Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) tiba di TKP dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil di padamkan sekira pukul 10.00 Wita.
Dalam peristiwa ini, Tidak ada korban jiwa. Meski begitu, kerugian materi ditaksir mencapai Rp 200 juta, sebab sebagian bangunan Mes dan gudang ludes beserta barang bekas serta barang milik karyawan gudang.
“Saya terkejut, tiba-tiba saja api sudah membesar di atap kamar saya. Padahal, sebelumnya tidak ada,” kata Nanang.
Kiru Humonggio, karyawan lainnya mengatakan, saat api membesar ia bersama warga berusaha untuk memadamkan api tersebut. “Ketika kita siram dengan air, api justru makin membesar,” katanya
Lebih lanjut disampaikan Kiru, penyebab api mudah membesar karena di dalam gudang terdapat banyak kardus dan barang-barang plastik yang mudah terbakar api.
Di TKP, korban Non Noe ketika diwawancarai, mengungkapkan, bencana kebakaran sudah yang kedua kalinya melanda tempat usaha keluarganya. “Tahun kemarin juga gudang orang tua yang lain terbakar. Sebagian bangunan ludes,” katanya. “Penyabnya sama dengan kejadian tahun lalu. Listrik Korslet,” sambungnya.
