Walikota Gorontalo Marten Taha mengemukakan, pada 2015 lalu pusat atau titik perayaan tumbilotohe hanya ada 9 titik. Yakni di setiap kecamatan. Maka pada tahun ini ditambah menjadi 14 titik. “Kita lebih semarakkan, kita akan lombakan, dan kita akan buat lebih semarak lagi. Ada 14 hamparan yang akan dinilai dan kita lombakan,” jelas Walikota Marten Taha, usai mempimpin rapat persiapan Tumbilotohe.
Menurut Marten Taha, dirinya sudah mengintruksikan kepada kepala SKPD dan camat-camat untuk memaksimalkan festival Tumbilotohe tahun ini. “Agar lebih memberikan nuansa hiburan kepada masyarakat, dan juga nuasa religi bisa terasa,” kata Marten. Demikian pula di kabupaten Gorontalo. Pelaksanaan Tumbilotohe di akan dipusatkan di sejumlah titik. Lokasi utama berada di Kawasan Taman Menara Limboto dan Kantor Bupati Gorontalo. Kemudian di Taman Telaga (Lokasi Terminal Lama Telaga) dan Lapangan Tibawa.
Selain lokasi itu, titik pusat Tumbilotohe juga digelar setiap pemerintah kecamatan. 19 pemerintah kecamatan memiliki titik pelaksanaan khusus. Begitu pun dengan 215 desa, juga pemerintahnya ada titik perayaan tersendiri. “Jadi setiap kecamatan dan desa kita lombakan. Makanya mereka punya titik masing-masing pula.
Untuk Taman Budaya (Taman Menara Limboto) akan diisi oleh Dikbud Kecamatan. Lampu mereka nanti akan kita nilai,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (Disparbud dan Kominfo) Azis Nurhamidin. Dalam Tumbilotohe ini pula kata Azis, pihaknya akan menonjolkan tiga jenis lampu sekaligus.
Pertama yang disebut dengan Lampu Tohetutu, yakni berupa lampu dengan wadah pepaya dan bahan bakar minyak kelapa, berikut Padamala dengan bahan bakar Minyak Tanah, dan Lampu Listrik. Tapi semua lampu tersebut akan dikemas dengan bahan bambu. “Jadi yang akan ditonjolkan pula lampu tumbilotohe kita dirangkai dengan bambu,” jelas Azis.Â
