“Ada tapi sebaiknya tidak dishare untuk keselamatan dan privacy keluarga,” katanya.
Pihaknya juga belum bisa memastikan pelaku penculikan tersebut. Apakah kelompok Abu Sayyaf atau bukan, menurutnya saat ini belum sampai disitu “Belum bisa lompat ke kesimpulan itu,” tandasnya.
Kemenlu, kata dia, saat ini telah berkordinasi langsung dengan pihak manajemen perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai detail peristiwa tersebut.
Selain. Itu juga terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak di dalam negeri maupun di Malaysia dan Filipina.
“Konsulat RI Tawau terus melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia yang ada di wilayah tersebut,” terangnya.
Atas kejadian-kejadian pembajakan tersebut, pemerintah Indonesian, menuruntya, akan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi sering terjadinya pembajakan di kawasan tersebut. “Indonesia juga akan mengajak negara-negara tetangga untuk meningkatkan keamanan,” ujarnya. (ndo/JPG)
