Keluarga korban pun meminta jenazah dilakukan otopsi memastikan penyebab kematian korban, sekaligus menjaga kemungkinan buruk lainnya yang terjadi.
“Jenazah ayah saya diotopsi dulu sebelum dimakamkan, meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun penyakit yang dideritanya yang mengakibatkan kematian,” ungkap Elis Gu’u, anak korban, diamini saudara kembar Daud, Dula Gu’u
Dugaan sementara jika Daud Gu’u meninggal menggenaskan akibat jatuh dari pohon kelapa saat memanjat. Apalagi di lokasi penemuan tengkorak juga ada seutas tali terbuat dari pelopah kelapa yang biasa dijadikan tali orang yang memanjat kelapa. Dimana, tali dililitkan di bagian kaki membantu untuk memanjat, kemudian 4 buah kepala yang ada di bawah pohon kepala.
Kapolres Boalemo AKBP Jepri Yuniardi,SIK melalui Kasat Reskrim AKP Leonardo Widharta,SIK membenarkan adanya penemuan mayat di Desa Lahumbo.
“Hingga saat polisi masih mendalami apakah mayat tersebut menainggal karena kekerasan atau tidak. Sejauh ini masih kita selidiki, dengan langkah awal akan dilakukan otopsi berdasarkan permintaan keluarga almarhum. Memang dari rekam jejak almarhum terlibat salah satu kasus yang sempat ditangani di pihak kepolisian,” tandasnya. (Tr-30/hargo)
