Jumlah mereka terus menurun. Dan jika tren tersebut berlanjut, para ahli memprediksi mereka akan punah dalam waktu sekitar 50 tahun.
“Memang kita ingin memberikan pesan edukasi ke anak-anak usia 0-10 tahun lewat acara ini. Kita kemas acara ini menarik agar pengunjung senang dan bisa mendapatkan informasi,” jelasnya.
Nah, bila yang ingin berlibur ke Seaworld, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 100.000. Pertunjukan nantinya akan ditutup dengan atraksi pemberian makan ikan di feeding show.
Menpar Arief Yahya simpati dengan tema konservasi penyu di Sea World, Ancol tersebut. Ini akan menjadi pendidikan pada anak-anak, bahwa habitat bawa laut yang makin langka itu harus dilestarikan. Parisata itu mengajarkan tentang konservasi. “Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,†ucap Mantan Dirut PT Telkom yang berdarah campuran Banyuwangi-Banten ini.
Dia memberi contoh pada neIayan di Mandeh, Sumatera Barat. Ada dua kampung, yang pertama Sungai Nyalo yang masih mempertahankan budaya sebagai nelayan. Satu lagi Carocok, yang sudah mengubah mata pencahariannya sebagai orang pariwisata. “Nelayan yang setiap hari menangkap ikan, penghasilan per harinya hanya Rp 50 ribu. Sedangkan pengantar dan pemandu wisata, di Carocok, pendapatan hariannya bisa Rp 225 ribu. Tugasnya menjaga dan merawat potensi alam dan biota yang ada di dalamnya,†kata Menpar Arief Yahya.
Pariwisata itu nalurinya menjaga dan melestarikan. Semakin terjaga terumbu karangnya, semakin banyak ikan berbiak, semakin menarik wisatawan. Sedangkan nelayan, menangkap, membunuh ikan, bahkan menggunakan bom, yang membuat mati terumbu karang. Bahkan menjualnya dengan harga murah,†kata dia.(ndi/hargo)
