Lebih lanjut Kapolsek Kota Utara menjelaskan, berdasarkan hasil olah tkp, diketahui korban pertama kali ditemukan oleh seorang pengemudi becak motor (bentor), yang saat itu melihat ada seorang pria yang tidak dikenalinya sedang terbaring dengan posisi setengah badannya berada di tanah, dan bagian kakinya masih berada di atas lantai bentor.
“Jadi saat mengetahui hal itu, si saksi ini langsung memberitahukan ke penghuni rumah kos,” jelas AKP Ricky P. Parmo, SHi.
Selain itu Kapolsek menyampaikan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, diketahui bahwa korban sejak tadi malam mengeluh sakit belakang dan demam. Pada saat itu korban sempat mangambil bantal dan mengatakan hendak tidur di mobil dengan alasan ia merasa gerah.
“Menurut istri korban, suaminya ini memang memiliki riwayat penyakit jantung dan darah tinggi,” lanjut AKP Ricky P. Parmo, SHi.
Kapolsek juga menambahkan, usai dilakukan proses identifikasi dan visum luar di rumah sakit Aloei Saboe, jenazah pria tersebut diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan di kampung halamannya.
“Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini dengan hati lapang, dan menolak untuk dilakukan autopsi,” pungkas AKP Ricky P. Parmo, SHi.(*)
Penulis: Zulkifli Polimengo
