Film “Money Monster†merupakan upaya dari sang sutradara Jodie Foster (peraih aktris terbaik Academy Award 1991 untuk film Silence of the Lambs) untuk menganalogikan krisis finansial yang pernah terjadi di AS dan dampaknya secara global pada tahun 2007 sampai dengan 2008. Sebagaimana saham yang menjadi kerugian banyak warga dalam “Money Monsterâ€, dalam krisis finansial beberapa tahun lalu juga berawal dari krisis “subprime mortgageâ€, semacam instrumen finansial yang memakai kalkulasi kompleks derivatif saham untuk memudahkan warga mengambil kredit perumahan.
Saham, permainan finansial dari para pemilik modal, terkadang memang digambarkan seperti kasino, orang-orang diminta untuk menyalurkan uang mereka untuk “berjudiâ€, agar mereka kemungkinan bisa dapat untung besar pada masa mendatang. Namun, satu hal yang terlupakan, seperti logam yang memiliki dua sisi mata uang, saham juga memiliki dua kemungkinan, yaitu mendapatkan untung atau malah mendapatkan buntung yang berupa kerugian yang teramat besar.
Secara keseluruhan, film “Money Monsterâ€, meski diwarnai sejumlah hiperbola ala Hollywood di sana-sini, tetap dapat menjadi tontonan yang menarik untuk disimak dan direnungkan.
(Sikah/Pojoksatu)
