Ia menambahkan, untuk solusi yang dilakukan untuk mencegah kebocoran tidak terus terjadi biasanya habis pemakaian selangnya dilepas, dan nanti dipasang jika akan masak lagi.
“Yang kita takutkan, rembesan gas dari pentilnya itu memicu kebakaran,” tandasnya.
Sebelumnya, dalam rapat kerja terpadu Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gorontalo dengan mitra kerja eksekutif, pengawasan penyaluran gas elpiji ini juga sempat disorot. DPRD menyoroti banyaknya agen elpiji yang tidak memiliki alat tes untuk memastikan ukuran dan isi elpiji yang akan di pasarankan.
DPRD meminta Dinas Kehutanan Pertambangan dan Energi tidak membiarkan hal itu. “Alatnya ada di setiap agen, tapi memang tidak banyak digunakan,” tandas perwakilan Dinas Kehutanan. (dix/wie/ar/hargo)
