Menurut Darsono, sesaat usai dilindas wajah Sri Ningsih langsung memar, kemudian di bagian belakang tubuh terdapat bekas roda bulldozer.
Hanya saja menurut Darsono, dirinya tak mengetahui bila tulang belakang korban patah/remuk. “Saat itu korban langsung dilarikan ke RS MM Dunda. Dan informasi kami terima, korban tewas saat perjalanan menuju rumah sakit,†kata Darsono.
Darsono menambahkan, korban bekerja bersama suamiya di TPA Talumelito. Saat jam istirahat, suami korban sempat mengajak korban pulang. “Namun korban menolak dan memilih melanjutkan pekerjaan,†imbuh Darsono.
Sementara itu, saat jasad korban dibawah ke rumah duka langsung disambut isak tangis keluarga.
Pihak keluarga seakan tak percaya bila kepergian korban begitu cepat.
Kapolres Gorontalo AKP Herri Rio Prasetyo SIK melalui Kasat Lantas AKP Wawan Andi SIK membenarkan adanya kejadian naas yang menimpa warga Talumelito tersebut. “Kasusnya susdah ditangani oleh anggota unit Laka Lantas.
Untuk korban sudah kita serahkan kepada keluarganya. Sedangkan operator sudah diamankan di Polres Gorontalo untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut,” tegasnya. (ded/hargo)
