Berbeda dengan pedagang nasi kucing lainnya yang sudah dibungkus dan terukur, pedagang satu ini menggunakan konsep seperti prasmanan.
“Kami buka dari sore, biasanya dari pukul 16.00 WITA, sampai adzan subuh,” ujarnya.
Warga Kecamatan Kabila itu menuturkan, lapak yang dijaganya itu sudah bernjualan nasi kucing kurang lebih sembilan bulan.
“Harganya tergantung dari lauk yang dipilih, untuk ayam dan daging itu diharga Rp10.000 hingga Rp15.000, kalau selain itu boleh Rp5.000” ujar Aprianto ladjo.
Dari penjualan tersebut, omset yang diperoleh cukup lumayan. Aprianto ladjo mengaku bisa mendapatkan omzet hingga Rp 3,5 juta per hari.
Dimana, jumlah tersebut jika ditotal dalam sebulan bisa mencapai seratus juta rupiah.(*)
Penulis: Moh Rivaldy I Anuwingo/ Mahasiswa Magang
Editor: Sucipto Mokodompis












