One In One Out Mulai Berlaku , Gelombang Pertama Pengungsi Syria Tiba di Jerman

×

One In One Out Mulai Berlaku , Gelombang Pertama Pengungsi Syria Tiba di Jerman

Share this article
'One In, One Out Syria'

Tanpa banyak kata, si pengunjuk rasa itu langsung membentangkan spanduk besar yang sudah dipersiapkan. ”Tolong, teruslah melarikan diri. Pengungsi tidak diterima (di sini, Red),” bunyi spanduk tersebut.

Berdasar kesepakatan Turki dan Uni Eropa (UE) bulan lalu tentang one in one out, Turki akan menerima kembali satu pengungsi atau pencari suaka untuk setiap seorang pengungsi Syria yang mereka kirim ke UE.

Seluruh pengungsi dan pencari suaka asal Syria yang kini terdampar di beberapa pulau Yunani karena tidak memiliki dokumen lengkap bakal dikirim kembali ke Turki.

Dibandingkan dengan negara-negara UE yang lain, Jerman merupakan yang paling cepat merespons kebijakan tentang pengungsi dan pencari suaka asal Syria tersebut.

Tahun lalu, saat negara-negara UE mencegah para pengungsi dan pencari suaka masuk, Jerman malah membuka pintu lebar-lebar. Meski menuai apresiasi masyarakat internasional, keputusan itu membuat popularitas Kanselir Angela Merkel anjlok.

Kali ini pun, Merkel kembali menjadikan negerinya sebagai negara UE pertama yang menampung pengungsi Syria kiriman Turki.

Setelah melewati serangkaian proses, sangat mungkin para pengungsi Syria itu bakal diizinkan tinggal dan bekerja di Jerman. Kemarin pemerintahan Merkel mengimbau negara-negara UE yang lain untuk segera mengikuti jejak Jerman, yakni menerima pengungsi Syria yang legal.

Bersamaan dengan laporan tentang kedatangan pengungsi Syria ke Jerman, Yunani mengirimkan gelombang pertama pengungsi dan pencari suaka yang tidak lolos skrining ke Turki.