“Mengenai ciri-cirinya memang anggota (di lapangan) menyebutkan ada tahi lalat di bagian pipi. Nah Santoso kan ada tahi lalat. Tapi kan perlu identifikasi,” katanya melalui sambungan telepon, Senin (18/7).
Jenderal bintang satu ini menambahkan, besok(19/7) akan menginformasikan lebih lanjut terkait bakutembak yang terjadi pada pukul 17.00 WITA di Tambarana, Poso.
“Besok saya informasikan selanjutnya,” timpal dia.
Sementara itu, dari data yang dihimpun, baku tembak terjadi antara Satgas Tinombala dengan lima orang anggota kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur. Kelimanya terdiri dari tiga lelaki dan dua perempuan.
Baku tembak ini terjadi di titik koordinat UTM: 20.27_6511. Dua meninggal dunia atas kejadian itu, satu di antaranya diduga Santoso.
Sementara tiga lainnya berhasil kabur yakni dua perempuan dan satu laki-laki. Satu perempuan di antaranya dikabarkan membawa kabur senjata api.
Di lokasi tersebut polisi juga menyita sepucuk senjata api jenis M16. Sejauh ini proses identifikasi jenazah masih berlangsung di lokasi yang masih hutan belantara itu. (elf/JPG/hargo)
