Ustad Izzul mengakui, jika pondok pesantren Alkhairat Tilamuta, baru dua tahun terakhir melaksanakan program tahfiz quran bagi para santri terpilih. Itupun pihaknya tidak buru-buru, orientasi program ini. Selain hafalan, juga ditekankan pada tekanan bacaan atau tahsin, yaitu penekanan ucapan berdasarkan huruf dan tanda baca serta hukum hukumnya dalam membaca alQuran.
Metode ini ditempuh, agar para santri saat mereka hafal alQuran, mereka juga melafalkannya dengan sempurna. Memang tidak serta merta jadi, kata Ustad Izzul, tetapi metode ini menurutnya memiliki keunggulan lafal dan hafal Quran. Program hafalan Quran sendiri diterapkan pada santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Pesantren alkhairat Tilamuta.
Jadwalnya seminggu tiga kali mengambil waktu, ba’da (selesai) shalat Ashar hingga menjelang Magrib. Sebelum masuk program hafal alQuran, seluruh santri MI diarahkan untuk menghatamkan alQuran dulu. Santri yang telah khatam alQuran biasanya santri kelas 3 MI, kemudian diantara mereka diseleksi lagi siapa yang potensial untuk digembleng menghafal Quran sekaligus tahsinnya.
Sementara yang lainnya, tetap diajarkan tahsin sambil menghatam berulang-ulang alQuran. Metode program hafalan Quran diambil lembar per lembar. Satu minggu untuk satu lembar hafalan, atau bisa juga sampai dua minggu. Hari pertama mereka diminta untuk membaca satu halaman ayat Quran, sambil dibimbing tahsin yang benar. Besoknya baru diwajibkan stor hafalan, pada halaman yang telah dibimbing tersebut.Â
