Selain potensi dan usia Vardy yang jauh lebih muda, penyerang Leicester itu juga berhasil menduplikasi ketajamannya di ajang Premier League ke level internasional. Vardy juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam situasi counter attack. Hal serupa berlaku untuk Harry Kane.
Sejauh ini Kane sudah menunjukkan kualitasnya sebagai striker yang bisa bermain secara individual maupun kolektif. Di Premier League dirinya telah melesakkan 21 gol musim ini.
Adapun golnya ke gawang Jerman, dinihari kemarin, membuktikan konsistensi ketajamannya. Dengan itu, jelas mustahil bagi Hodgson untuk menyingkirkan Kane.
Demikian juga untuk Dele Alli. Meski bukan striker murni, namun kerjasama dirinya dengan Kane pada laga kontra Jerman berhasil merepotkan barisan pertahanan lawan.
Pada laga itu, Alli juga mengenakan kostum bernomor 10 yang biasanya digunakan oleh Rooney. Dan, lewat permainannya, dia membuktikan dirinya bisa diandalkan sebagai seorang penopang striker.
Fakta-fakta itu membuat Hodgson harus berpikir lebih keras lagi dalam memilih pemain yang pantas dibawa ke Prancis, Juni mendatang.
Mencoret satu di antara Vardy, Alli, atau Kane tentu bukan pilihan cerdas. Di sisi lain, mencoret Rooney dari skuad Inggris akan menjadi pertaruhan yang sangat membahayakan bagi Hodgson. (ish/hargo)
