Benar kata Keita. Keunggulan sejarah, pencapaian, dan rekor head-to-head bisa dihentikan dengan dua hal. Pertama, dengan kutukan tanah Italia di dalam histori Real. Klub terkaya di dunia itu sudah delapan kali berkunjung ke Italia. Hasilnya, empat kali imbang dan empat kali Real terkapar di Italia.
Roma merupakan salah satu tim penakluk Real di Italia bersama AC Milan, Torino, dan Juventus. Bukan hanya menaklukkan Real di Italia, di Madrid pun Roma pernah melakukannya pada edisi 2007-2008.
Dari situlah muncul faktor kedua, yang bernama Spalletti. Di bawah arahan Spalletti pada 2007-2008, Roma menyingkirkan Real pada babak 16 besar melalui double KO. Menang 2-1 di Olimpico dan 2-1 di Santiago Bernabeu.
’’Dari kemampuan kami sendiri saja kami sudah konfiden untuk bisa mengalahkan mereka. Ditambah dengan kehadirannya (Spalletti, Red). Dia akan mempelajari cara terbaik untuk memenangi pertandingan itu,’’ tutur pemain yang sudah akrab dengan Real karena pernah bermain di Barcelona dan Sevilla itu.
Dalam konferensi persnya di Trigoria, tadi malam WIB, Spalletti pun langsung melancarkan ancaman kepada Los Blancos – julukan Real.
’’Real Madrid, saya sudah tahu siapa kalian,’’ ancamnya sebagaimana dikutip dari Football Italia. (ren/ham/hargo)
