Diakui bahwa salah satu penyebab terminal mariosa sepi pengunjung karena maraknya taksi gelap. Menurut Anton Rajab, taksi gelap menunggu penumpang di jalan hendak masuk terminal.
“Mau bagaimana lagi, setiap harinya terminal ini sepi dari penumpang, kebanyakan lebih memilih naik taksi gelap. Sekali narik, rata-rata penumpang hanya berkisar tiga sampai empat orang saja,” ujarnya.
Sementara itu Saiful (43),yang juga salah seorang sopir angkutan menyayangkan Organisasi Angkutan Darat (Organda) belum maksimal dalam melakukan pembinaan terhadap para sopir taksi gelap.
“Kami selama ini jarang sekali melihat ada Organda turun ke lapangan menemui para sopir. Tapi herannya, setiap kali rapat dnegan pihak pemerintah, selalu ada yang mengatasnamakan sopir,†katanya.
Padahal, beberapa waktu lalu, terminal banyangan ditutup oleh pihak berwajib. Salah satu tuntutan sopir saat itu yakni berlaku adil dengan menertibkan taksi gelap. (tr-42/hargo)
