Salah satu CJH yang ditemukan tersesat kemarin adalah Wawi Nasuhim Imail. CJH 76 tahun asal Embarkasi Palembang itu muter-muter dipelataran Masjid Nabawi sekitar pukul 10.00. Dia lantas diantarkan seorang jamaah ke posko seksus. â€Habis belanja oleh-oleh. Tadi empat orang. Tapi saya terpisah,†ujar Wawi sambil menenteng tas plastik berisi sajadah yang barus saja dia beli.
Wawi akhirnya diantar Jasaruddin kembali ke hotelnya. Jaraknya sebenarnya tak terlalu jauh, hanya sekitar 300 meter dari pelataran masjid nabawi. Namun karena suhu udara siang di sekitar Masjid nabawi kemarin berkisar antara 46 sampai 48 derajat celsius, perjalanan terasa sangat melelahkan.
Sesampainya di hotel tempat menginap, Wawi ternyata lupa kamar hotel, bahkan dia memaksa membuka pintu tangga darurat dan akhirnya dilarang petugas hotel. Setekah diajak masuk lift, Wawi juga mengatakan kamarnya ada di runag bawah. â€Kamar saya turun ke bawah sebentar kok,†ujarnya.
Saat berhenti dan keluar lift di lantai sembilan, Wawi mengaku ingat letak kamarnya. Namun beberapa kali dia malah masuk orang lain, dan tidak mengenali orang-orang di kamar itu. Akhirnya Wawi dititipkan ke kamar yang ditempati petugas kloter di lantai 9 hotel tersebut. â€Kadang menemukan hotelnya sangat mudah. Menemukan kamarnya yang sulit,†ujar Jasaruddin.
Dia mengimbau sebaiknya CJH pergi keluar hotel secara bersamaan. Semua saling mangawasi, jangan sampai ada satu yang terlepas. â€Kalau masih dua orang saja, itu lebih mudah. Kalau tersesat sendirian itu yang bahaya,†ujarnya.
Sementara itu, jumlah CJH yang meninggal ditanah suci kembali bertambah. Minggu (14/8), sekitar pukul 16.55 waktu Arab Saudi, Martina binti Sabri Hasan meninggal di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. â€Saat dibawa ke klinik kondisinya sudah kritis. Sempat ditangani dua jam, akhirnya meninggal,†ujar Kasi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Madinah dr Tjetjep Ali Akbar.
Martina tercatat sebagai CJH asal Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Usianya 47 tahun. Dia didiagnosis mengalami komplikasi beberapa penyakit. Di antaranya diabetes mellitus, Jantung, dan Paru. â€Dia sakit seperti itu sudah sejak di tanah air. Tiba di Arab Saudi jadi makin parah,†terang Tjetjep.
Sementara itu, CJH yang meninggal kemarin (15/8) adalah Khadijah Nur binti Imam Nurdin. CJH 66 tahun yang tergabung dalam kloter 04 Embarkasi Banda Aceh itu meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah pada pukul 09.00. Dia didiagnosis menderita penyakit jantung.
Hingga kemarin, jumlah CJH yang meninggal sudah mencapai empat orang. Satu CJH meninggal di Masjid Nabawi setelah salat maghrib, satu meninggal di RS King Fahad. Satu di KKHI, dan satu di RSAS.(JPG/hargo)
