Minggu, 3 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Tidak Produktif, Kesulitan Juara

Oleh Berita Hargo , dalam Sportivo , pada Senin, 8 Februari 2016 | 14:07 Tag: , , ,
  

Padahal, apabila dikomparasikan dengan statistik jumlah shots per game-nya, Arsenal termasuk garang.

Berdasarkan statistik Whoscored, rata-rata 15 tembakan dilakukan per game-nya. ’’Memang penyelesaian akhir yang harus kami perbaiki,’’ lanjutnya.

Logikanya, ketika gol tersendat maka kemenangan juga tertunda. Itu pelajaran ketika tertahan tanpa gol atas Stoke dan Soton.

Andaikan dua laga itu ada gol tercipta, masih ada peluang menang bagi Arsenal. Dan tentunya pekan ini Arsenal tetap bisa bersaing dengan Leicester di puncak.

Mantan pemain Arsenal yang kini menjadi pundit Sky Sports, Paul Merson menyebut minimnya pilihan lini depan jadi penyebab agresivitas Arsenal lemah.

Mereka hanya bertumpu pada Olivier Giroud. ’’Begitu dia cedera, maka itu jadi persoalan terbesar Arsenal mengejar juara,’’ ungkapnya.

Hingga pekan ke-24, Giroud menjadi pemain pencetak gol terbanyak Arsenal dengan 12 gol. Dibandingkan pemain Arsenal lainnya, jumlah tembakan Giroud lebih banyak.

Termasuk laga tadi malam, Giroud sudah melakukan 70 kali tembakan.

Jika dipersentase, hanya 24 persen tendangan Giroud yang berbuah gol. Lalu, kemana sisanya? Terbuang sia-sia. ’’Kami hanya membutuhkan momentum.

Masih panjang perjalanan kompetisi musim ini, dan selanjutnya kami perlu lebih efisien lagi,’’ katanya. (ren/ham/hargo)

(Visited 9 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar