Menanggapi keluhan para Gubernur melalui APPSI tersebut, Wapres Jusuf kalla mengatakan bahwa industri penerbangan menaikan harga tiket disebabkan dua hal, yakni tingginya harga bahan bakar pesawat dan lemahnya rupiah terhadap dolar. Tingginya biaya di industri penerbangan dewasa membuat banyak perusahaan yang harus tutup.
“Jangan sampai perusahaan mengalami kerugian yang membuat penerbangan kita semakin sedikit yang akhirnya harga tiket semakin membgnkak. Untuk itu kita akan lakukan keseimbangan-keseimbangan,” kata Wapres.
Sementara itu, PT Pertamina pada 16 Februari telah menyesuaikan penjualan harga avtur (bahan bakar pesawat).Ada penurunan terhadap harga avtur.
Direktur Utama Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan mengapresiasi evaluasi harga avtur yang dilakukan oleh Pertamina dan mendukung harga avtur domestik yang dapat bersaing di ASEAN.
“Penyesuaian harga avtur ini tentunya akan berdampak positif karena akan membuat biaya operasinal kami jadi lebih efisien,” ujarnya kepada dikutip Kontan.co.id.
Hanya saja, terkait penyesuaian (penurunan) tarif penerbangan, lanjut Dendy hingga saat ini pihaknya masih menjalankan bisnis seperti biasa dan fokus pada target perusahaan
“Harga kami selalu affordable kok, karena kami selalu berupaya konsisten dengan slogan now everyone can fly yang kami wujudkan dengan selalu menawarkan harga tiket yang kompetitif dan terjangkau untuk masyarakat yang ingin berpergian baik di rute internasional maupun domestik,” ujarnya. (dan/cr23/gp/hg)
