TNI dan Polri Terus Terlibat dalam Pemakaman Jenazah PDP

×

TNI dan Polri Terus Terlibat dalam Pemakaman Jenazah PDP

Share this article
Personel Kodim 1304 Gorontalo dan Polres Bone Bolango melaksanakan pemakaman jenazah seorang Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. (Foto Istimewa)
Personel Kodim 1304 Gorontalo dan Polres Bone Bolango melaksanakan pemakaman jenazah seorang Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Personel Kodim 1304 Gorontalo dan Polres Bone Bolango kembali melaksanakan tugas kemanusiaan yaitu menguburkan jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Rabu (22/04/2020) di Kecamatan Suwawa Selatan, Bone Bolango.

Informasi yang berhasil dihimpun Hargo.co.id, proses pemakaman Jenazah PDP itu dilaksanakan sesuai protokol pencegahan penanganan Covid-19, dan dipantau langsung oleh Dandim 1304 Gorontalo, LETKOL Inf. Allan Surya Lesmana S.Sos bersama Kapolres Bone Bolango AKBP Suka Irawanto, S.I.K, M.Si.

Dandim 1304 Gorontalo, LETKOL Inf. Allan Surya Lesmana S.Sos menjelaskan, dimana apa yang dilakukan oleh Aparat TNI-Polri seperti ini, semata-mata sebagai tindakan kemanusiaan, tentunya hal itu sesuai dengan protap atau prosedur kesehatan yang telah ditentukan.

“Jadi mulai dari proses penggalian kubur hingga pada pemakaman, Personel Kodim 1304 Gorontalo dan Polres Bone Bolango selaku aparat yang membawahi wilayah ini, selalu mengawal hingga memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan pencegahan wabah Covid-19 yang sedang melanda sebahagian besar negara di dunia ini,” jelas Dandim 1304 Gorontalo.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang PDP Covid-19 berinisial Dj.G yang sebelumnya dirawat di RSAS, telah meninggal dunia di rumah sakit, dan dikabarkan memiliki riwayat penyakit tipes, dengan penyempitan pembuluh darah di bagian paha kanan.

Selain itu pada Selasa (21/04/2020) malam, pihak RSAS melaksanakan pemeriksaan rapid-test dan di dapatkan hasil positif yang kemudian sudah diambil sampel Swab, akan tetapi hasilnya belum ada, karena masih menunggu hasil pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. (zul/hg).