Dukungan semangat pun diberikan oleh Ketua Umum PBSI Gita Wirjawan. Gita mendukung dan menyaksikan langsung perjuangan atlet bulu tangkis Indonesia di Riocentro Pavilion 4.
“As I said, when they are on fire, they are unstoppable – by anyone or any metric. Insya Allah, they will be on fire pada hari kemerdekaan kita,†kata Gita.
Owi/Butet sudah 9 kali bertemu Chan/Goh. Selama perjumpaan itu, pasangan andalan Indonesia yang menempati ranking ketiga dunia itu sanggup mengoleksi 8 kemenangan dan hanya sekali kalah.
Satu-satunya kekalahan Owi/Butet dari ganda campuran ranking ke-11 dunia itu adalah pada turnamen Tiongkok Terbuka pada 2012 silam dengan skor 19-21, 14-21. Sementara, dalam dua tahun terakhir, Owi/Butet sukses meraih kemenangan di Kejuaraan Dunia 2015, Malaysia Terbuka 2016, serta fase grup Olimpiade Rio 2016.
Dari 8 kemenangan, empat kali Owi/Butet mampu meraihnya melalui dua set langsung dan empat lain diraih dengan susah payah selama tiga set. Sebuah indikasi laga final ganda campuran Olimpiade Rio 2016 akan berlangsung sengit
“Meskipun rekor pertemuan kami lebih baik, kami harus tetap fokus dan tidak boleh lengah. Mudah-mudahan kami bisa main lebih baik dari hari ini dan menuntaskan semuanya dengan baik,†kata Butet. (ira/JPG/hg)
