“Siapa yang akan pilih supir bus yang tidak punya pengalaman, dan siapa yang punya pengalaman ?,” tanya Wiranto. Hadirin yang terdiri dari PNS dan TNI/Polri itu kemudian unjuk tangan pada pertanyaan yang memilih supir bus berpengalaman. “Itu baru jago Gorontalo ini. Ini sederhana tapi kita harus kesana,” kata Wiranto.
Ia juga mengatakan, Pemilu harus memilih pemimpin yang baik, dan pembangunan harus dilanjutan. Pemilu yang baik kata dia, menghasilkan pemimpin yang baik, sebab Pemilu untuk kemajuan negara.
“Nasib bangsa kita lima tahun ke depan ditentukan bagaimana sih si pemimpin yang dipilih itu. Ini tidak main-main, maka kewajiban kita memberikan pencerahan dan penjelasan kepada masyarakat. Eeh mas, mang, kak, eeh uti (sebutan kakak dalam bahasa Gorontalo) ini kesempatan memilih pemimpin yang benar agar negara kita tetap aman, tetap maju dan bisa bersaing dengan negara lain,†tutur Wiranto.
Mantan Menteri Pertahanan Keamanan ini juga menambahkan, jika Pemilu harus dijadikan wadah masyarakat berpesta memilih pemimpinnya. Bukan justru larut dalam konflik, berbeda pendapat bahkan ‘berperang’ satu sama lain.
“Tugas saya mengarahkan agar Pemilu nanti berjalan aman, tertib sukses. Kalau aman, teman teman dari TNI/Polri bersatu untuk pengamanan. Ketertiban Pemilu siapa yang bertanggungjawab? Penyelenggara Pemilu. Suksesnya bagaimana? Kalau pemimpinnya tidak bagus kita gagal menggelar pemilu,â€ujarnya. (gp/hg)
