Kilat Wartabone menguraikan, dengan data yang dilaporkan Sekretaris KPA Provinsi Gorontalo Dr. Irwan, sekitar 300 orang warga Bone Bolango yang terindikasi sudah terjangkit HIV/AIDS, bila di petakan di 18 kecamatan di wilayah Kabupaten Bone Bolango, maka setiap kecamatan ada sekitar 20 orang yang mengidap HIV/AIDS. Ini tentu sangat membahayakan masyarakat dan juga daerah kita tercintai ini.
Sebab, penyakit maupun virus HIV/AIDS ini belum ada vaksin maupun obat yang bisa menyembuhkannya.
Untuk itu, lanjut Kilat Wartabone tinggal bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangan kita dengan melakukan penyadaran kepada masyarakat, tidak hanya kepada anak-anak didik atau pelajar.
Karena sesuai fakta di lapangan, paling banyak pergaulan bebas itu dilakukan oleh orang tua maupun orang dewasa.â€Sosialisasi penyadaran kepada masyarakat akan bahaya HIV/AIDS ini jangan hanya kita fokuskan kepada anak-anak didik maupun pelajar. Karena di luar sana, banyak orang tua maupun orang dewasa yang terindikasi HIV/AIDS, tapi kita tidak bisa deteksi,â€terangnya.
Ia menambahkan, penularan HIV/AIDS ini selain melalui pergaulan bebas maupun seks bebas juga bisa menular lewat pemakaian alat suntik narkoba. Pemakaian alat suntik narkoba ini sangat erat hubungannya dengan penularan HIV/AIDS karena penggunaan alat suntik itu menjadi salah satu sarana untuk memasukkan narkoba ke dalam tubuh.
Terakhir Kilat Wartabone mengatakan, meskipun sudah ada yang menangani narkoba, tapi ia berharap KPA Bone Bolango bersama-sama menggandeng BNKK Bone Bolango untuk mensosialisasikan dua hal itu, yaitu penanggulangan HIV/AIDS dan bagaimana pemberantasan narkoba di kalangan masyarakat di wilayah Bone Bolango.(roy/hargo).
