Yuk Nge-Jazz Atas Awan di Dieng Culture Festival 2016

×

Yuk Nge-Jazz Atas Awan di Dieng Culture Festival 2016

Sebarkan artikel ini
Bikin malam kamu jadi gemerlap dengan menerbangkan lampion ke langit Dieng! dok: hipwee.com

Bukan itu saja, masih kata Prasetyo, di hari yang sama setelah melihat matahari terbit, para wisatawan diajak mengikuti acara “Jalan Kaki Kelilingi Kampung” di Dataran Tinggi Dieng, diakhiri penerbangan ribuan balon gas dan minum purwaceng bersama.

”Kami sudah berkoordinasi dengan panitia, rencananya mereka akan menyediakan doorprize untuk peserta jalan kaki keliling kampung. Titik start dan finish adalah Kompleks Gedung Soeharto-Withlam, Dieng,” katanya.

Panitia juga akan mempersiapkan ragam pertunjukan seni yang tersebar di berbagai lokasi, baik di panggung utama maupun panggung khusus budaya. Lokasinya tersebar di Telaga Warna, Kawah Sikidang, maupun lokasi wisata alam lainnya.

”Malam harinya digelar pertunjukan musik akustik, stand up comedy dan penerbangan sekira 5.000 lampion, serta kembang api. Diperkirakan ada 15 ribu letusan kembang api akan menghiasi langit Dieng setelah penerbangan lampion usai, acara akan dibuat semenarik mungkin oleh panitia,” ujarnya.

Prasetyo memaparkan, acara puncak rangkaian ruwat rambut gimbal diselenggarakan pada 7 Agustus 2016. Khusus acara kirab budaya, panitia membuka kesempatan bagi pengunjung yang berminat terlibat ikut kirab budaya sebanyak 80 orang. ”Silakan daftar ke panitia mumpung belum terlambat,” katanya.

Setelah kirab budaya keliling Dieng, masih kata Prasetyo, rangkaian ritual potong rambut selanjutnya adalah Dharmasala. Sejumlah anak berambut gembel akan dicukur rambutnya oleh sejumlah tokoh yang ditunjuk oleh panitia penyelenggara. Ritual ini dipimpin oleh pemimpin spiritual suku Dieng, Mbah Naryono.