Hargo.co.id – Hajatan akbar sepak bola eropa, Euro 2016, dini hari nanti akan mulai dihentak. Sebagai laga pembuka, tuan rumah Prancis akan berhadapan dengan Rumania. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stade de France, Saint-Denis.
Saint-Denis berada di Utara Paris. Daerah pinggiran mirip-mirip relasi Tangerang dengan Jakarta atau Sidoarjo dengan Surabaya. Hanya, Paris tidak seluas Jakarta. Dari pusat kota Paris, jaraknya sekitar 9–10 kilometer menuju Saint-Denis. Bedanya dengan Jakarta atau Surabaya tentu saja adalah transportasi umumnya.
Dari Paris menuju Saint-Denis, ada beberapa opsi transportasi, bisa bus kota atau kereta metro. Tetapi, pilihan paling mudah dan tentu saja antimacet adalah kereta metro. Ada empat stasiun kereta metro yang berdekatan dengan Stade de France, yaitu Stade de France Saint-Denis, La Plaine–Stade de France, Saint-Denis–Porte de Paris, dan Basilique de Saint-Denis.
Atmosfernya terasa berbeda ketika mengunjungi Parc des Princes dengan Stade de France. Ada sedikit keangkuhan khas Prancis saat kali pertama melihat stadion berkapasitas 81 ribu penonton tersebut. Tentu saja karena venue pembukaan, mereka sedikit lebih sibuk.
Kalau Parc des Princes tertutup rapat, Stade de France sudah mulai terbuka, tetapi khusus bagi mereka yang mempunyai akreditasi. Jawa Pos (Gorontalo Post Grup) memilikinya sebagai media cetak peliput major tournament empat tahunan tersebut sehingga diberi akses masuk ke stadion.
Tentu saja, pengamanannya sangat ketat. Tidak ada tentara atau polisi yang tampak di sekitar Stade de France, hanya petugas keamanan swasta. Untuk masuk ke area stadion, saat ini hanya ada satu pintu. Ada dua penjaga di pintu, seorang perempuan dan laki-laki. Namun, keduanya sama-sama dingin dan tegas.
Kemudian, masih ada pintu lapisan kedua, meski tidak seketat pintu pertama, tetap saja penjaganya seram dan jarang senyum. Setelah itu, terlihatlah aktivitas dari beberapa pekerja untuk persiapan pembukaan. Yang tampak sibuk adalah konter sponsor Turkish Airlines.
“Hari ini kami mendapat jadwal untuk mulai menata konter dan papan sponsor di lapangan. Semua sudah siap. Tidak sabar menunggu pembukaan, pasti akan sangat ramai dan menyenangkan,’’ kata Meline Le Sommer, pekerja di konter tersebut.
Menjelang pembukaan Euro, Paris terus bersolek. Bahkan pengamanan semakin diperketat. Memang Sulit bagi warga Prancis melupakan insiden 13 November 2015. Trauma itu belum hilang menjelang perhelatan akbar Euro 2016. Insiden memilukan di San Denis pada 13 November 2015 masih terkenang bagi warga Prancis.
