Hargo.co.id GORONTALO – Meski Hari Raya Idul Fitri masih beberapa pekan lagi, kue kering yang biasanya disajikan pada saat lebaran mulai diburu masyarakat. Tak hanya di pertokoan, sejumlah UKM di Gorontalo juga kini mulai kebanjiran orderan. Sejumlah pembuat kue dan pedagang kue yang ditemui Gorontalo Post mengaku, saat ini, permintaan kue kering cukup tinggi jika dibandingkan dari biasanya.
Misalnya, penjualan sehari hanya 1-2 toples, kini bisa mencapai 20 toples dalam sehari. “Meski lebaran masih jauh, permintaan kue kering sudah banyak. Rata-rata setiap orang memesan 2-3 toples,” ungkap Merlin, salah seorang pembuat kue lebaran di Kota Gorontalo. Ia mengungkapkan, permintaan kue lebaran sebenarnya sudah mulai ramai sejak menjelang ramadan.
Hanya saja, pada ramadan ini, permintaan terus berdatangan dan bahkan pihaknya kewalahan untuk memenuhi akibat minimnya karyawan yang bekerja. “Seminggu permintaan bisa sampai 150 toples, sementara tenaga kerja hanya sekitar 6 orang. Jadi ada permintaan yang tidak dapat kami penuhi,” ujarnya.
Zuryati, pedagang kue di kawasan pertokoan Kota Gorontalo juga mengakui hal yang sama. Dalam beberapa hari belakangan, ia mengaku, cukup banyak warga yang membeli kue kering yang dijajakannya. “Banyak kue yang laku sekarang, rata rata yang beli langganan saya. Sepekan ini yang saya jual sudah 76 toples,” ungkapnya.
Sementara itu, sebagaimana pantauan Gorontalo Post, saat ini harga kue kering dibanderol bervariasi oleh para pedagang maupun pembuat kue, bergantung dari bahan yang digunakan. Setiap toples kue kering dibanderol mulai Rp 100-375 ribu. Kue kering paling murah diantaranya kue kurma dan kacang-kacangan. Sementara kue termahal diantaranya kue kerawang.(dan/hargo)
