Hargo.co.id – Sebagai petugas mesaharati, ’’kehidupan’’ Michel Ayoub dimulai sejak pukul 02.00. Ketika sebagian besar penduduk Kota Acre masih lelap, pria 39 tahun itu sudah menenteng rebananya dan menyusuri jalanan kota di Distrik Utara, Israel, tersebut.
Sambil menabuh rebana, pria keturunan Arab-Israel tersebut meneriakkan sahur.
Uniknya, Ayoub yang sibuk membangunkan umat Muslim untuk makan sahur itu justru tidak menunaikan ibadah puasa. Ya, meski berdarah Arab, dia adalah seorang yang memeluk Kristen.
Tetapi, dia tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Bahkan, dia selalu menantikan datangnya Ramadan.
â€Kita semua satu keluarga,†ucapnya sebagaimana dilansir Agence France-Presse kemarin (22/6).
Setiap kali menjalankan tugas sebagai mesaharati, Ayoub selalu memakai pakaian tradisional Lebanon lengkap dengan kefiyeh dan turban penutup kepala berwarna hitam-putih.
