Gorontalo Darurat Pencurian, Uang 45 Juta Digasak Maling

×

Gorontalo Darurat Pencurian, Uang 45 Juta Digasak Maling

Share this article
Kasus pencurian yang terjadi selama bulan ramadan

Hargo.co.id GORONTALO – Bersikap waspada tak ada ruginya. Apalagi terhadap aksi pencurian. Pasalnya, memasuki pertengahan Ramadan, aksi pencurian di wilayah Gorontalo kembali marak. Selain rumah/pemukiman warga, pelaku pencurian turut menyasar kendaran bermotor serta orang yang membawa duit dalam jumlah besar.

Seperti kejadian yang menimpa salah seorang karyawan PT. Setia Thenock Gorontalo Fitriyanto, Selasa (21/6) pukul 11.00 wita. Uang setoran senilai Rp 45 juta raib saat Fitriyanto sedang mengantar barang ke salah satu pelanggan di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Hingga berita ini dilansir tadi malam pukul 23.00 wita, Polres Gorontalo Kota masih menelusuri jejak pelaku pencurian.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kasus pencurian yang menimpa Fitriyanto bermula ketika Fitriyanto dan rekan kerjanya Nasir Abdul hendak mengantar pesanan minuman ringan ke toko NA di Jl. Sultan Botutihe, Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Keduanya menumpangi mobil boks berwarna merah. Fitriyanto menyetir mobil, sementara Nasir Abdul duduk di sebelah Fitriyanto.

Setibanya di depan toko NA, Fitriyanto bersama Nasir Abdul turun dari dalam mobil. Sebelum turun, Fitriyanto sempat meletakkan tas selempang berwarna hitam di bangku sopir. Diduga saat turun Fitriyanto lupa mengunci pintu mobil. Bersama Nasir Abdul, warga Kelurahan Bugis, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo itu menurunkan pesanan minuman ringan ke Toko NA.

Fitriyanto bertugas menurunkan dari dalam mobil, sementara Nasir Abdul mengangkat masuk ke dalam toko. Beberapa saat kemudian, Fitriyanto lantas teringat bila di dalam tas selempangnya itu terdapat uang setoran senilai Rp 45 juta. Maka Fitriyanto buru-buru turun dari dalam boks dan menuju ke bagian depan mobil.

Nahas, saat membuka pintu depan mobil tas selempang yang sebelumnya terletak di kursi sopir, sudah tak ada lagi. Fitriyanto kemudian bertanya kepada rekannya Nasir Abdul. Namun, Nasir menyampaikan bila dirinya sama sekali tak mengetahui keberadaan tas tersebut. Upaya pencarian duit Rp 45 juta itu berlanjut dengan melihat rekaman Closed Circuit Television (CCTV) milik Toko NA.

Sayangnya upaya itu belum membuahkan hasil. Pasalnya, rekaman yang terlihat hanya badan mobil/boks. Sementara bagian depan, termasuk orang yang membuka pintu tak terlihat. Fitriyanto kemudian bertanya kepada warga sekitar bila melihat tas selempang hitam miliknya. Hanya saja tak satupun warga yang mengetahui.

Hingga pukul 14.40 wita, Fitriyanto memutuskan untuk melapor ke Polres Gorontalo Kota. “Uang Rp 45 juta itu adalah uang setoran. Saya sangat berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus tersebut,” ungkap Fitriyanto. Ia mengatakan, dirinya sama sekali tak mengetahui gerak gerik pelaku. “Saya tidak mengetahui gerak gerik pelaku, saya sudah berusaha untuk menayakan kepada warga setempat namun masyarakat setempat tidak mengetahuinya,” katanya.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto, SH, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP Indra Dalimunte SH,SIK mengatakan, Pihaknya sudah mendatangi tempat kejadian perkara. “Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi yang berada di tempat dan tim sudah kami terjunkan untuk mengungkap kasus tersebut,” ujarnya.(tr-49/hargo)