Alm. Bripka Yoce Wartabone Anggota Densus 88 anti teror asal Gorontalo yang meninggal akibat kecelakaan tunggal di Kecamatan Poso akhirnya dikebumikan di kampung halamanya di Desa Huangobotu Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Kamis(23/6). Dimata keluarga, Bripka Yoce Wartabone dikenal pendiam, dan suka bercanda. Namun, disiplin bahkan paling gesit ketika sedang menjalankan tugas terutama saat memburu para teroris.
Peliput : Arfandi Ibrahim – Bone Bolango
Editor : Roy Tilameo
Hargo.co.id GORONTALO – Isak tangis keluarga pecah sekira pukul 09.30 wita ketika melihat peti jenazah Bripka Yoce Wartabone mulai diangkat dari rumah duka di Desa Huangobotu Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango menuju lokasi penguburan yang tak jauh dari rumah duka.
Ada dua tahapan prosesi upacara pelepasan jenazah Alm. Bripka Yoce Wartabon yang dipimpin langsung Kapolres Bone Bolango AKBP Wahyu Tri Cahyono itu, yakni saat peti jenazah akan dibawa ke tempat penguburan hingga jenazah dimasukan ke liang lahat yang ditandai dengan tembakan salvo.
Pemakaman yang dilakukan dengan upacara dinas kepolisian itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir kepada Alm. yang dianggap telah berjasa dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri. Kapolres Bone Bolango Wahyu Tri Cahyono,SIK yang mewakili Kapolda Gorontalo dalam upacara pemakaman dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan belasungkawa yang sedalam dalamnya atas meninggalnya Alm. Bripkan Yoce Wartabone.
Kapolres berharap semoga keluarga dan kerabat yang di tinggalkan bisa di berikan ketabahan. “Pihak keluarga yang berduka agar tetap bersabar. Kematian Alm. sudah menjadi takdir dari Allah SWT. Kita doakan saja semoga Alm. mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT,”ujar Kapolres Wahyu Tri Cahyono saat upacara pemakaman di lokasi pekuburan. Pemakaman ini juga dihadiri Kepala Densus 88 Mabes Polri yang di wakili AKP.Ami Firdani.SIK.
Yana Umar istri Alm. Bripka Yoce Wartabone sesekali jatuh pingsan karena tak kuasa melihat jenazah suami tercintanya tersebut untuk terakhir kalinya ketika dimasukan ke dalam liang lahat. Sejumlah kerabat yang turut hadir saat itu ikut menenangkan Yana Umar yang tengah dirundung sedih. Tak hanya Yana Umar dan keluarga terdekatnya saja yang bersedih.
Melinkan masyarakat setempat, kerabatnya, serta sejumlah rekan korban di institusi kepolisian tak kuasa menahan haru. Salah satu kerabat Alm. saat diwawancarai mengatakan, bahwa Bripka Yoce Wartabone di mata keluarga adalah sosok yang baik hati pendiam dan selalu bercanda dengan siapa saja.”Saudara kami komdan Yoce tidak memilih-milih teman.
Beliau orangnya welcome dengan siapa saja. Walaupun beliau anggota Densus 88 anti teror tidak sombong dengan jabatan yang disandangnya saat ini sebagai Bandit Opsnal Sulawesi anti teror Polri,”kata kerabat alm. Yoce Wartabone. Sementara itu menurut AKP.Ami Firdani.SIK selaku atasan Yoce Wartabone saat ditemui awak koran ini mengatakan, bahwa alm. Yoce Wartabone merupakan salah satu anggota yang taat dan disiplin dalam menjalankan tugas.
“Jika bertugas Alm. tidak pernah mengeluh. Semangatnya tinggi dan itu patut menjadi contoh bagi anggota Polri lain. Bahkan paling gesit saat memburu petugas. Kami juga seakan tak percaya dengan cepat Alm. dipanggil Allah SWT,”ujar AKP Ami Firdani. Dari catatan riwayat hidup Alm. Yoce Wartabone Lahir di Gorontalo, 5 Januari 1981.
Alm. Yoce Wartabone masuk Dikmaba Polri Tahun 2001. Awal menjalani karier sebagai anggota Polri tahun 2001 Yoce Wartabone berpangkat Bripda ditugaskan di Polda Sulawesi Tengah. Tahun 2003-2005 Alm. Yoce Wartabone naik pangkat menjadi Briptu dan ditugaskan di Polres Poso. Dengan kinerjanya yang dinilai cukup baik, Alm Yoce Wartabone mendapat jabatan sebagai Bandit Opsnal Sulawesi Densus 88 anti teror Polri sejak tahun 2013 hingga sekarang. (**)
