Alumni Jaringan Arek Ksatria Airlangga Bagikan Hand Sanitizer di Enam Provinsi

×

Alumni Jaringan Arek Ksatria Airlangga Bagikan Hand Sanitizer di Enam Provinsi

Sebarkan artikel ini
Distribusi hand sanitizer gratis melalui relawan JaKA -JFI untuk petugas dan pengunjung Rumah Sakit Bhakti Medicare, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.(Foto Istimewa)
Distribusi hand sanitizer gratis melalui relawan JaKA -JFI untuk petugas dan pengunjung Rumah Sakit Bhakti Medicare, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.(Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Alumni Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JaKA) membagikan ribuan hand sanitizer di enam Provinsi, masing – masing di Provinsi DKI, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali, serta Jawa Timur.

Menurut Humas #GerakanHandSanitizer Jakarta Fryda Lucyana, kegiatan ini dilaksanakan sejak 26 Maret 2020 yang lalu. Gerakan ini, lanjutnya, tidak berjalan sendiri, gerakan ini adalah wujud gotong royong semua elemen masyarakat.

“Dalam menggalang dana, memproduksi hingga mendistribusikan Hand Sanitizer kami bekerja bareng dengan berbagai Ormas, LSM, Komunitas apapun yang peduli dan mau bergotong royong bersama kami,” ucap Fryda Lucyana.

Dikatakannya, gerakan Sejuta Hand Sanitizer dibentuk dan diilhami oleh karena keprihatinan para penggagas terhadap kelangkaan hand sanitizer di masyarakat. Terlebih lagi, bagi masyarakat kecil yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas, sangat rentan terhadap penularan Covid-19. Namun karena pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tidak bisa bekerja di rumah.

“Mereka memerlukan banyak kontak dengan orang lain, misalnya pengemudi ojek online, sopir angkutan umum, bus kota maupun AKAP, pemilik / penjaga warung .akanan di terminal / kaki lima, pedagang pasar, kurir bahkan Petugas Non Medis Rumah Sakit dan Keluarganya, hingga Para Wartawan.
Hingga hari ini sudah cukup banyak kalangan masyarakat kecil, mulai dari pengemudi becak, tukang sampah, petugas parkir, pedagang kaki lima, orang-orang yang bekerja di pasar dan terminal serta Rumah sakit yang menerima pembagian Hand Sanitizer mulai dari ukuran 50 ml, 60 ml serta dalam kemasan jerigen 5 liter,” ungkap Fryda panjang lebar.

Distribusi hand sanitizer gratis melalui relawan JaKA -JFI untuk petugas dan pengunjung Rumah Sakit Bhakti Medicare, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.(Foto Istimewa)
Distribusi hand sanitizer gratis melalui relawan JaKA -JFI untuk petugas dan pengunjung Rumah Sakit Bhakti Medicare, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat.(Foto Istimewa)

Gerakan yang dipelopori oleh Jaringan Arek Ksatria Airlangga yang dibentuk para Alumni berbagai Fakultas dari Universitas Airlangga Surabaya, serta Jatim for Indonesia (JFI) yang merupakan aliansi Lintas Generasi, lintas Etnis dan lintas agama yang diprakarsai oleh yayasan alit ini, juga telah bekerjasama dengan SKK Migas dan beberapa perusahaan hulu minyak dan gas Bumi antara lain ConocoPhillips Indonesia, ENI Indonesia, Kangean Energy, BOB Bumi Siak Pusako – PHE membagikan hand sanitizer sumbangan perusahaan-perusahaan tersebut kepada masyarakat yang memerlukan.

Sementara itu, menurut Ketua Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya se Jabodetabek Didik Sasono Setyadi, posko JaKA di Jakarta, telah menerima lebih dari 1.000 botol hand sanitizer yang dibagikan itu.

“Kami mendapatkan informasi dari rekan-rekan bahwa Posko kami di Jakarta kemarin menerima kiriman lebih dari 1000 botol Hand sanitizer dari Surabaya. Dalam waktu dekat ini akan ada kiriman lagi sebanyak kurang lebih 2000 botol,” tutur Didik.

Ditegaskannya, hingga ke depan nanti, gerakan sejuta hand Sanitizer terus berkomitmen, memproduksi hand sanitizer sesuai standar Badan POM dan atau lembaga Kesehatan yang diakui, dibawah pengawasan apoteker berpengalaman.
Selain itu, menggalang donasi berupa dana ataupun Hand Sanitizer jadi dari berbagai pihak yang peduli, mendistribusikan sendiri dan atau bekerjasama dengan berbagai lembaga kemasyarakatan dan atau pemerintah.

“Selain membuat, menerima bantuan dan membagikan Hand Sanitizer gratis, gerakan ini juga akan berusaha menggalang bantuan bentuk lainnya yang diperlukan untuk memerangi Covid-19. Semoga setelah gerakan inspiratif ini dapat membangkitkan gerakan-gerakan sejenis di daerah-daerah dan setelah kebutuhan hand sanitizer di berbagai daerah mulai terpenuhi, kita bisa mulai memikirkan untuk membantu dengan APD yang lain dan mungkin mulai bisa kita fokuskan kepada lembaga-lembaga kesehatan,” pungkas Didik Sasono Setyadi, yang dikenal juga sebagai sosok seorang Seniman Pelukis.(rwf/hg)