Hargo.co.id, GORONTALO – Hari pertama pelaksanaan Rapid Tes Masal yang digagas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo, menunjukkan hasil yang mengejutkan. Dari 307 tenaga medis serta ODP yang menjalani tes, 16 di antaranya menunjukkan hasil yang reaktif atau positif.
“Ia benar, sesuai dengan hasil Rapid Tesnya reaktif (positif-red), ada 16 orang†beber Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gorontalo Rony Sampir.
Namun lanjut Rony, hasil tersebut belumlah merupakan hasil final. Sebab bisa saja, hasil reaktif tersebut dikarenakan beberapa hal.
“Saat ini kita sudah ambil sampel. Untuk selanjutnya mereka di swab, kita tunggu hasilnya. Karena rapid tes ini hanya menggambarkan adanya reaksi dari penyakit. Nah untuk memastikan itu Corona Virus harus di PCR (Swab) dulu,†jelas Kadis Kesehatan itu.
Terlebih sampai hari ini terang Rony, belum ada pasien dalam pemantauan (PDP) dari Kabupaten Gorontalo yang dinyatakan positif Corona.
“Karena itu saat ini kita sementara tracking siapa saja yang kontak dengan mereka, apakah ada keluarga (tenaga medis) yang datang dari luar kota atau dari zona merah, semua (datanya) sementara kita kumpulkan,†ungkap Kadiskes.
Seluruh tenaga medis yang hasil tesnya Reaktif saat ini sudah dikarantina di mes atlet Sport Center Limboto. Dengan penjagaan yang ketat, melibatkan tim gugus tugas, kepolisian dan TNI.
“Untuk lokasi (karantina) sudah sangat siap, fasilitasnya kita sudah benahi, dan kita juga menempatkan petugas kesehatan yang akan memantau mereka, memberikan vitamin dan obat-obatan jika diperlukan,†jelas Dia.
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Bupati Gorontalo Prof Dr Ir Nelson Pomalingo mengatakan pelaksanaan Rapid Tes masal sengaja dilakukan untuk melakukan deteksi sejak dini.
“Kita lakukan agar pertahanan kita kuat. Jangan-jangan kita hari ini cuma pendatang yang kita tes, tapi orang dalam kita sudah terular,†tegas Nelson.
Untuk hari pertama Nelson sengaja memilih para tenaga medis, guna memastikan seluruh pelayan kesehatan benar-benar steril dari Corona.
“Mereka orang-orang yang harus steril, mereka tidak boleh berpenyakit. Karena mereka melayani masyarakat kita,†Pungkas Nelson.
Sebagai informasi, hari Rapid Tes masal kembali dilakukan. Untuk hari kedua ini, yang dites adalah para camat, kepala desa, gugus tugas desa dan kecamatan, para Babinsa dan Babinkantibmas. Dan untuk besok, yang di Rapid tes mulai dari Bupati, pimpinan OPD, Anggota DPR, hingga wartawan. Orang-orang ini memiliki potensi besar tertular Corona. (nat/hg/gp)
