Parkir Ilegal Menjamur, Pemkot Hanya Diam ?

×

Parkir Ilegal Menjamur, Pemkot Hanya Diam ?

Share this article
PARKIR -Salah satu warga yang sedang memakirkan kenderaanya di kawan mall Gorontalo, menjelang lebaran parkir ilegal menjamur dan dianggap merugikan warga.

Hargo.co.id  GORONTALO – Seminggu menjelang lebaran Idul Fitri 1437 H. Lalu lintas di wilayah Kota Gorontalo semakin padat. Ruas-ruas jalan utama dipenuhi berbagai jenis kendaraan. Bahkan di beberapa titik, terutama di pusat-pusat perbelanjaan mulai terjadi kemacetan.  Namun di tengah makin padatnya arus lalu lintas, keberadaan parkir illegal alias parkir liar justru tumbuh subur.

Keberadaannya dijumpai dari pinggiran jalan umum hingga areal/halaman pertokoan. Bahkan halaman rumah warga ikut dijadikan lahan parkir. Petugas yang memungut tarif parkir di lokasi parkir illegal tersebut tak disertai dengan identitas pengenal (ID Card), karcis/tiket parkir serta seragam. Umumnya mereka hanya menggunakan sempritan.

Ironinya, keberadaan parkir yang terkadang meresahkan masyarakat dan pengguna jalan itu seakan dibiarkan. Belum tampak jelas tindakan pemerintah untuk menata, ataupun menindak bila hal itu bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, keberadaan parkir illegal ini mulai marak sejak pertengahan Ramadan. Awalnya hanya di beberapa tempat.

Utamanya di kawasan pertokoan ataupun pusat-pusat keramaian warga di antaranya tempat penjualan takjil. Seiring bergulirnya waktu, keberadaan parkir illegal kian bertambah. Selain di tepi jalan umum, parkir illegal sudah merambah kawasan distro dan butik.  Adapun besaran tarif yang dikenakan bervariasi. Untuk roda empat Rp 5-10 ribu. Untuk sepeda motor Rp 2-5 ribu. Sedangkan bentor dipatok Rp 5 ribu.

Besaran tarif tersebut disesuaikan dengan lama parkir serta padatnya kendaraan. Bila kendaraan padat, maka tarif parkir yang dikenakan makin mahal pula. Maraknya keberadaan parkir illegal menuai keluhan sejumlah warga. Selain besaran tarif yang dikenakan lebih besar dari ketentuan, keberadaan parkir illegal membuat pengeluaran bertambah.Â